Just a …

Aku tak memiliki lagi apa yang disebut tekad

Aku tak lagi memiliki hasrat

Bolehkan aku jatuh dan menyerah sekarang

Terlalu lelah dengan semua ini

Aku hanya memiliki air mata

Yang menguatkan emosiku sekarang

Aku tak dapat melukis gelora itu

Menguncinya lalu membuangnya

Dimana jalan tanpa duri

Aku lelah melangkahi kerikil ini

Semua harapan itu sirna

Berlari dari kenyataan yang tak pernah ku pinta

Panggil aku pengecut

Pengecut…

Ku Temukan Hujan

Aku menemukan hujan…
Diawal bulan oktober
Di jalan yang ku sebut perantauan
 
Aku menemukan hujan…
Setelah panas yang tak kunjung berhenti sepanjang bulan
 
Aku menemukan hujan…
Dikala deru-deru mesin menembus tiap tetesnya tanpa takut
 
Dan aku menemukan bau tanah yang tlah lama ku rindukan…

 

 

7 oktober 2012
Kala hujan mengguyur sepulang menonton film Perahu Kertas 2

Tak terungkap

Aku lelah menangis
Aku tak dapat menyuarakan isi hatiku
Aku ingin berlari dari belenggu ini
Merenggut asa yang terampas waktu

Hal yang terungkap tak pernah ku mengerti
Berharap kau mau mendengarku
Meski kelunya rasaku
Aku ingin dapat mengatakan semua

Terlalu banyak hal berjejal dalam otakku
Tertatih aku melampaui rasa takutku
Pedihnya sangat terasa
Maukah kau mendengarkan aku

Aku lelah menangis
Hanya kekuatan hatiku yang masih tersisa
Perlahan termakan usia
Meninggalkan goresan dalam garis hidupku

Aku sedang berusaha sekarang
Meski aku masih ingin melarikan diri
Aku yakinkan dalam palung jiwaku
Terpendam didalam bersama sebuah tekat

From me to you

Aku ingin bertemu denganmu
Hari ini, walau hujan menghalangiku
Aku ingin menunjukkan laguku
Aku ingin kau yang mendengarnya pertama kali

Meski jantungku berdegup kencang
Meski tanganku terus gemetar
Aku ingin kau mendengarnya
Aku ingin kau yang pertama kali tahu

Perasaan ini tak pernah pudar
Kau selalu ada apa pun keadaanku
Sekarang aku ingin menemuimu
Meski angin kencang menerbangkan payungku
Baca lebih lanjut

Sebuah Mimpi

Ada mimpi diujung pintu yang belum mampu teraih
Perasaan pengecut ini tak dapat terelakkan
Memikirkan langkah yang terbaik
Jiwa mudaku akan ku tumbuhkan dalam perjalanan waktu

Terkadang kita tersandung
Terkadang kita tersesat
Lalu menangisi kegagalan
Kemauan yang kuat adalah kuncinya

Masa depan masih jauh
Ada banyak rintangan yang harus dihadapi
Ku harap tekatku tak akan tergoyahkan
Bagai perahu layar yang terombang-ambing di tengah lautan

Menggapai citaku dengan keyakinan
Ku genggam tanganku dan teriakkan “Get glory day!”
Menghapus perasaan buruk akan kegagalan
Menyeka air mata dan mulai melangkah ke jalan penuh harapan

Chance

Hari-hari kelabu begitu saja terlewati
Ada banyak pertanyaan yang menjejali otakku
Untuk apa aku hidup?
Jika rasa sakit ini menggerogotiku tiap hari

Aku menginginkan duniaku yang dulu
Tapi sungguh mustahil untuk diwujudkan
Jadi aku mencoba untuk mengangkat kepalaku
Dan hidup untuk hari ini

Apa yang harus aku usahakan sekarang?
Hidup berlalu begitu cepat
Aku terdiam disini menunggu perputaran sang matahari
Dengan sedikit rasa takut untuk menatap hari esok

Seperti apa bau angin kebebasan itu
Yang kini menggantung diawang-awang
Ku tanamkan keberanian itu dalam hati
Seakan membuang ketidak berdayaanku selama ini

Terus berjalan meski aku harus tertatih
Biar peluh yang mengetahui usahaku
Hari esok yang akan menjawab segalanya
Sembari tersenyum dalam garis kebahagiaan yang mulai aku cipta

Spirit

Kala mentari terbit membuka pagi
Ku kayuh sepedaku dengan semangat
Dengan gulungan mimpi yang aku bawa
Berharap dapat melukisnya di langit sana

Ketika aku tersandung
Aku harap uluran tanganmu yang menyelamatkanku
Kita rentangkan tangan dihamparan padang rumput
Dan meneriakkan mimpi-mimpi kita

Melepaskan segala keraguan
Melepaskan segala ketakutan
Dan kita tertawa bersama
Menumbuhkan gelora semangat dalam dada

Keyakinan itu tumbuh layaknya bunga sakura di musim semi
Dan aliran angin serasa memberiku kekuatan
Lirih lagu itu kau dendangkan
Laugh away