Biru, jatuh hati

 

Ada rasa yang berbeda tiap kakiku menjejaki pasir Pantai Pangandaran. Ada sebongkah kerinduan yang terpendam dalam palung hatiku. Sebuah rasa yang begitu cepat pergi meninggalkanku dan membuat hatiku pedih. Kini aku menikmati eloknya Pantai Pangandaran, sendirian. Tak ada lagi genggaman hangat, dan rayu canda yang menggelitik telingaku. Hal yang sudah lama tak pernah lagi aku rasakan, gejolak hasrat yang bergelora disela-sela jemari yang penuh kasih. Percuma jika aku menangis lagi hari ini, air mataku sudah kering rasanya. 3 tahun tanpamu, seseorang yang pernah aku cinta.

“Jangan cemberut begitu, kita pasti akan bertemu lagi.” Ucap kak Arya sambil memencet hidungku

“Tapi 1 tahun itu bukan waktu yang sebentar, gimana kalo aku suka sama cowok lain, hayooo.” Kataku manja

“Masa iya kamu setega itu, Sya. Ini mimpiku dan juga demi masa depan kita nanti.” Ucapnya sambil menatap mataku lekat

Aku selalu tak dapat menolak tatapan matanya yang seteduh lautan itu, aku tau dia masih mempunyai banyak mimpi. Dia bilang ingin mengikuti jejak Gaudi, arsitek terkenal asal Barcelona itu. Menurutku mimpinya itu terlalu tinggi, tapi itulah kak Arya seseorang yang berkeinginan kuat dan keras kepala.

“Tapi kakak harus janji sama Tasya, kakak akan membawa Tasya ke Barcelona kalo kakak sudah sukses nanti.”

“Pasti sayang, masa iya calon istriku ini aku tinggal sendiri disini.” Katanya sambil memencet hidungku lagi.

Hembusan angin yang lembut mengiringi kami berlarian di hamparan pasir Pantai Pangandaran, kami menghabiskan hari itu dengan melakukan banyak hal dan membicarakan banyak hal.

30 menit setelah lambaian tangan terakhir kak Arya padaku di bandara. Datanglah kabar duka yang membuat hatiku sangat terpukul, pesawat yang kak Arya tumpangi mengalami kecelakaan. Aku hanya bisa menangis dan meneriakkan nama kak Arya.

Langit Pantai Pangandaran sore itu sangat indah, sang mega seakan menghiburku saat ini. Meski memori itu ingin ku kubur dalam-dalam namun memori itu selalu datang tiap aku berkunjung kemari. Biarlah meski sedih tapi aku menikmati ini semua. Aku jatuh hati pada pantai ini sekarang, mungkin aku akan lebih sering mengunjunginya dan mencoba membuka hatiku lagi.

 

#15HariNgeblogFF2 Hari ke 7

Iklan

2 thoughts on “Biru, jatuh hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s