[Cerpen] Graduation Photo

Tokoh:

Kawazoe Fumiya/Miya

Edogawa Naoki/Nao

Pohon willow

 

 

Miya membuka tiap lembar album yang baginya penuh kenangan itu. Di mana tersimpan banyak cerita di masa lalu. Sebuah foto membuatnya terpaku, cukup lama dia memperhatikan foto itu semula ekspresinya yang ceria sedikit demi sedikit meredup. Tatapannya menjadi berkaca-kaca, seakan begitu sedih rasanya menatap foto itu. Dibukanya halaman selanjutnya, ekspresi wajahnya semakin sendu, terkadang dia tersenyum kecil. “Kau terlalu banyak gaya, nao-kun.” Ucapnya sambil menatap dalam-dalam seseorang dalam tiap foto yang dia lihat. Ternyata hal itulah yang membuatnya sedih seseorang di masa lalunya.

Miya teringat ketika kemarin dia bertemu sosok di dalam foto itu, bukan bertemu bisa dibilang Miya mengawasi pria itu dari jauh. “Kau masih sama seperti di foto, nao-kun.” Pria tinggi berjas abu-abu itu membalikkan badannya kearah tempat Miya bersembunyi, dia merasa ada orang yang mengawasinya. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, “Mungkin hanya perasaanku saja.” Batinnya. Mia terkekeh dibalik persembunyiannya.

Tiap hari Miya membuntuti pria itu, di kereta ketika pria itu berangkat kerja, dan mengikutinya sepanjang jalan kemana pun pria itu pergi. Miya terkadang sedih, terkadang terkekeh ketika mengawasi pria itu. Pasti kalian bertanya-tanya ada apa antara Miya dan pria itu. Jika kalian bertanya pada Miya, dia tidak akan mau menceritakannya, dia ingin mengubur perasaannya dia ingin tetap melihat pria itu meski dari jauh. Ya cukup dengan jarak yang Miya inginkan tanpa harus bertatap muka ataupun menyapanya.

Di bawah pohon willow di dalam sebuah taman, ini tempat persembunyian Miya yang entah keberapa puluh kali. Pria itu sedang memberi makan burung-burung dara di taman itu, Miya memperhatikannya dengan senyum kecil dan lesung pipit yang timbul di pipinya. Ketika daun pohon willow tertiup angin yang cukup kencang, pohon itu berbisik pada Miya. “Kau pasti teringat kenangan musim panas dulu kan, Miya?”, “Iya, aku selalu mengingatnya didalam pikiran dan hatiku.”, “Benar, dia adalah kenangan masa mudamu.”, Miya tersentak seketika angin berhenti bertiup, Miya baru sadar dia berbicara dengan pohon willow yang dia gunakan untuk bersembunyi. “Bagaimana kau tahu wahai pohon willow?”, tapi pohon itu diam, Miya menepuk-nepuk batang pohon itu, tapi pohon itu tetap diam. Miya sedikit jengkel, dia tidak lagi mempedulikan pohon itu lalu kembali melihat ke pria tadi. “Tapi benar juga kata pohon ini, dia adalah kenangan masa mudaku. Aku tidak akan mengikutimu lagi mulai besok, jadi kau bisa hidup tenang tanpaku, nao-kun.” Ucap Miya. Langkahnya kini menjauh dari taman itu. You were my youth.

 

~Selesai~

 

(Terinspirasi oleh Sotsugyou shashin – IKG)

24 Mei ’12

-Disela menunggu magrib-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s