Fanfic YUI ‘Hater’ Chapter 1

FF ini udah menetap lama di laptop mau publish saya yakin nggak ada yang baca, ada yang baca pun nggak mau komen. Akhirnya diputusin buat publish sekarang daripada dibiarin terlantar di lappy hehe.. :p
Ini adalah fanfiction, jadi karakter di ff ini adalah bikinan author.

Judul: Hater
Penulis: Vy pratama
Length: Short story / Chaptered
Genre: Family, Angst, apa aja boleh deh aku juga bingung :p

Cast:
YUI as Yui Yoshioka
Gackt as Gakuto Yoshioka
Younha as Younha
Hara Kara as Go Hara
Kenichi Matsuyama as Kenichi

—Mencaci, menghujam, membenci. Apa kalian pikir kalian hebat? Aku pun bisa berbalik bertindak. Hater—

Pagi yang gerimis di fukuoka,
“Kapan berangkat?“ Tanya Yui pada pemuda yang duduk didepannya sambil menggigit sedikit roti pangganggnya.
Pemuda yang duduk didepannya sedang sibuk mengoleskan selai coklat dirotinya jadi menghentikan aktivitasnya itu dan memandang Yui,
“Minggu depan.“ Jawab pemuda itu.
Yui mendengus, “Jadi aku harus sendirian lagi di rumah?“ Air muka Yui berubah sedih.
Pemuda itu meraih kepala Yui dan membelainya pelan,
“Mengertilah, ini juga demi hidup kita.“ Jawabnya berusaha meyakinkan
“Andai waktu bisa diputar.“ Eluh Yui
“Ssstt. Apa yang kau bilang, jangan melawan lajunya waktu tuhan bisa marah padamu.“
Yui mulai cemberut.
“Jangan memasang wajah seperti itu, ayo tersenyumlah cantik. “ Rayu pemuda itu sambil mencubit kedua pipi Yui
“Kakak akan cepat pulang kan?“ Tanya Yui memastikan bahwa pemuda itu tidak akan lama meninggalkannya
“Pasti adikku sayang.“ Jawabnya sambil tersenyum
Yui lega mendengar jawaban kakaknya, kakak yang sangat dicintainya dan orang satu-satunya yang dia miliki didunia ini, Yoshioka Gakuto.

Gakuto adalah seorang musisi atau bisa dibilang pekerjaannya adalah seorang pemain band. Band rookie yang namanya mulai melejit sehingga kontrak manggung pun mengalir, tidak terkecuali ke luar negeri. Sehingga dia harus meninggalkan adik semata wayangnya demi pekerjaannya ini. Mereka hidup sebagai yatim piatu tapi mereka tidak ingin tinggal dipanti asuhan, mereka lebih memilih hidup berdua dan menjalani semuanya bersama-sama.

“Sekarang marak sekali band-band rookie, apa kakak tidak takut tersaingi?“ Tanya Yui sambil membaca berita dikoran.
“Tentu saja tidak, buktinya kami dapat tawaran manggung banyak. Apa kau tidak percaya dengan kehebatan kakakmu ini?”
“Percaya diri sekali kakak ini.“
Gakuto tertawa sambil mengacak-acak rambut Yui,
“Sudah selesai komennya ibu komentator, lihat hampir jam 7 kau bisa terlambat masuk sekolah.”
Yui menoleh ke arah jam dinding, lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela.
“Masih gerimis, aku jadi malas berangkat.“
“Dasar kau ini, ayo cepat mandi sana nanti kakak antar.“
Wajah Yui mendadak ceria,
“Benar ya kak ?, asyik!!“
Dengan semangat gadis itu berjalan ke kamar mandi sambil menyenandungkan sebuah lagu gembira, gakuto hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya yang selalu manja padanya.

+++

Brakk !!
Younha serta merta menggebrakkan puluhan surat ke bangkunya, Yui yang sebangku dengan Younha jadi kaget melihat temannya itu pagi-pagi sudah marah-marah.
“Apa mereka tidak bisa berhenti mengirimiku surat?!“ Eluh Younha.
“Surat dari fans lagi?“ Tanya Yui sambil memandang tumpukan surat itu.
“Apa aku harus beli kacamata silinder dan behel untuk menutupi penampilanku?!“
“Eh? jangan mengeluh terus, kau cantik dan berbakat Younha pantas kan banyak murid laki-laki di sekolah yang mengidolakanmu?“
“Aku capek dengan popularitas ini Yui. Awalnya aku menikmatinya, tapi lama-lama aku jadi bosan tiap hari harus menerima tumpukan kertas tidak berguna seperti ini.“
“Jangan bilang begitu, mereka adalah fans. Apa kau tidak suka punya fans?“
“Kau tidak tau apa kerjaan mereka sehari-hari. Mereka itu adalah stalker, tiap apa yang aku kerjakan mereka selalu membuntutiku. Aku merasa tidak nyaman kehidupan pribadiku diberitakan di mading sekolah.“
“Bersabarlah, nanti ada waktunya mereka bosan.“
“Lalu apa kau mau membantuku?“
“Membantu apa?“
“Menghabiskan coklat dan makanan ringan ini.“
Yui tertawa melihat beberapa bingkisan kecil yang Younha keluarkan dari tasnya,
“Baiklah, dengan senang hati nona Younha.“
Younha tersenyum senang.

+++

“Nona, waktunya untuk tampil.“ Kata seorang laki-laki paruh baya pada seorang gadis yang sedang mematut diri di depan kaca, memastikan dia terlihat cantik dan sempurna.
“Baiklah aku siap.“ Ucap gadis itu.
Fashion show tahunan yang diadakan di Tokyo ini adalah yang dinanti-nanti, karena bukan hanya model dari Jepang tapi juga dari beberapa negara di dunia ikut berpartisipasi.
Lampu sorot warna-warni dan kilatan kamera tidak henti-hentinya mengabadikan lenggak-lenggok sang model di catwalk.
Sekarang giliran gadis itu berlenggak-lenggok dengan lihainya, berusaha menampilkan yang terbaik dalam penampilannya.

Ketika fashion show berakhir puluhan wartawan mengerubungi gadis itu
“Selamat nona Go Hara atas penampilan pertamanya.“ ucap seorang wartawan
Gadis yang bernama Go Hara itu tersenyum,
“Terima kasih kalian sudah datang ke sini dan melihat penampilanku.“
“Bagaimana rasanya pertama kalinya berpartisipasi dalam fashion show tahunan ini?“
“Tentu saja aku sangat senang, ini adalah awal karirku ditingkat ini. Semoga kedepannya akan semakin lebih baik.“
“Kami dengar anda sudah pindah dari agensi anda di korea dan menetap di agensi baru anda di Jepang.“
“Benar. Untuk menunjang karirku tentu aku harus memilih pilihan yang terbaik. Ini juga impianku dari dulu, doakan saja agar karirku semakin sukses.“

Selesai wawancara,
“Apa kau sudah menyelesaikan masalah kontrak itu, manajer Kim?“
“Sudah nona, semua sudah beres. Hanya butuh mengeluarkan uang untuk menutup mulut mereka.“
“Baguslah, hari ini aku mau ke spa. Tolong atur jadwalku dengan baik.“
“Tentu nona.“
Gadis bernama Go Hara itu berjalan dengan angkuhnya, dia dulu adalah model di korea. Gadis ini sangat berambisi sehingga dia memutus kontrak semaunya dengan alasan untuk menunjang karirnya. Dia tidak mau dipandang sebelah mata, dan seorang yang perfeksionis.

+++

Yui menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu mengalihkan pandangannya pada pigura besar di samping tv. Pigura itu berisi foto Yui dan Gakuto, Yui jadi merindukan kakaknya itu padahal baru beberapa menit lalu mereka berpisah di bandara.
“Kalau saja ayah dan ibu masih ada.“ gumam Yui lirih
Triit.. triitt..
Yui meraih ponselnya dimeja, ada sms dari Gakuto.
‘Jangan lupa makan siang, aku tidak mau pipi chubbymu itu hilang ^_^ chu~‘
Yui menghela nafas,
“Aku tidak selera makan kalau kakak tidak ada.“ omel Yui pada ponselnya
Yui melangkahkan kakinya ke kamar kakaknya, begitu masuk pemandangan rapi kamar kakaknya menyambut Yui. Kecuali tumpukan baju kotor di samping lemari, merusak nilai kerapian.
“Kakak begitu sibuknya sampai baju saja tidak sempat dia cuci. Nah, aku saja yang akan mencucinya.“
Yui kembali bersenandung riang.

+++

“Nona, kontrak menjadi model video klip band Jepang itu belum nona baca.“ Kata manajer Kim
“Ah aku hampir lupa, mana kontraknya?“
Manajer kim memberikan lembaran kontrak itu pada Hara.
“Nampaknya ini band baru yang sedang populer ya.“ Komentar Hara setelah membaca kontraknya
“Benar nona, apa nona akan menyetujuinya?“
Hara diam sambil membuka lembar demi lembar dan dibagian akhir terdapat lampiran biodata dan foto personil band itu.
“Gakuto, ternyata dia ya.“ Gumam hara sambil tersenyum
Hara segera menandatangani kontrak itu,
“Jadwalkan shooting video klipnya, manajer Kim.“ Perintah hara
“Tentu nona.“
Hara beranjak sambil membawa foto band itu, dia nampaknya tertarik dengan pemuda yang tadi digumamkannya.

+++

Di ruang musik sekolah Yui,
“Pokoknya kalau kakakku pulang aku mau minta belikan gitar yang keren.“ Kata Yui
“Enaknya yang punya kakak bisa minta semaunya.“ Kata Younha
“Kau iri Younha?“
“Ah tidak, beberapa hari yang lalu papa membelikanku gitar fender yang terbaru lho.“
“Kenapa kau tidak memberitauku Younha, jahat sekali.“ Kata Yui sambil cemberut
“Nanti kau iri padaku, jadi aku tidak bilang padamu.“ Kata Younha lalu menjulurkan lidahnya
Tukk !! Tukk !!
Seseorang memukul pelan kepala Yui dan Younha dari belakang dengan stik drum,
“Ini kelas musik, kalau mau mengobrol diluar saja.“ omel seorang siswa laki-laki yang memukul kepala Yui dan Younha.
Yui meringis sambil mengusap-usap kepalanya,
“Iya iya, kami mau latihan.“ Kata Yui
Siswa laki-laki itu beranjak dan kembali memainkan drumnya,
“Anak itu aneh ya, selalu saja sinis padaku.“ Geram Yui
“Dia suka sekali mencari masalah denganmu Yui, mungkin dia suka padamu.“ Goda Younha
“Sangat tidak mungkin, seorang Yoshioka Yui ditaksir cowok aneh seperti Kenichi. Lihat saja kalau dia menatap orang angker sekali, pantas tidak ada yang suka sama dia.“
“Benar juga.”
“Sudah ah ayo kita latihan main gitar, lihat si tatapan angker itu kembali melihat ke arah kita.“

+++

Yui sedang melihat tv sendirian,
“Eh apa itu? anti fans?“ Komentar Yui melihat siaran berita seorang pemain film dilempar telur busuk oleh segerombolan orang tak dikenal yang diyakini itu adalah sekumpulan anti fans.
“Kurang kerjaan sekali.“
Ting tong..
“Siapa yang bertamu malam-malam begini?“
Yui beranjak membukakan pintu,
“Surprise!!“ Teriak Gakuto
“Kakak? Kenapa tidak bilang kalau mau pulang?“ Wajah Yui nampak kesal
“Kau tidak merindukan kakak?!, kok malah pasang wajah monster begitu.“ Canda Gakuto
Yui menggembungkan pipinya lalu memukul pundak kakaknya itu, kemudian memeluknya.
“Aku memang tidak ingin memberitahu Yui kalau mau pulang.“
“Jahat.“
Gakuto tertawa lalu mencubit hidung Yui,
“Nona manis sudah makan belum?“
“Akhir-akhir ini nafsu makanku menurun karena tidak ada kakak.“
“Kenapa begitu? Kamu mau kakak sedih karena kamu sakit?“
Yui menggeleng manja.
“Ya sudah, ayo masuk. Kakak akan masak ramen kesukaan Yui.“
Yui melonjak kegirangan.

+++

“Ini adalah nona Go Hara yang akan menjadi model video klip band kalian.“ Terang manajer band Gakuto
Hara tersenyum manis menunjukkan aura kecantikannya,
“Senang bekerja sama dengan kalian.“ Kata Hara
Hara menghampiri Gakuto yang sedang sibuk dengan gitarnya.
“Hai Gakuto, lama tidak berjumpa.”
Gakuto mendongakkan kepalanya, dia sedikit terkejut melihat gadis itu. Gadis yang pernah dikenalnya 10 tahun yang lalu.
“Kau, Hara?”
“Benar, jangan pasang ekspresi seperti itu. Aku tidak menyangka sekarang kau berprofesi sebagai musisi.”
“Iya benar, Hara sudah berubah ya sekarang?”
“Benarkah? Apa aku terlihat semakin cantik?”
Gakuto mengangguk, membuat gadis itu tersipu sekaligus senang karena bisa bertemu dengan Gakuto, temen satu kelasnya yang dulu pernah dia suka.

Pembuatan videoklip pun selesai,
“Besok mari kita makan bersama untuk kesuksesan album baru ini.“ Ajak manajer band Gakuto
“Ide yang bagus manajer.“ Kata Hara sambil tersenyum
“Mungkin aku tidak bisa ikut.“ Kata Gakuto
“Kenapa gakuto?“ Tanya Hara
“Aku harus menemani adikku, jadi maaf sekali.“
“Ah sayang sekali, padahal aku ingin merayakannya dengan kalian.“ Rajuk Hara
“Ayolah Gakuto, bilang saja pada adikmu ini adalah acara penting.“ Bujuk manajer
“Akan aku pikirkan.“
Hara senang mendengar jawaban Gakuto, setidaknya hal itu bisa kembali mendekatkannya dengan Gakuto.

+++

Yui hampir saja membanting ponselnya jika tidak dicegah Younha,
“Ada apa lagi Yui?“
“Kakak tidak mau menemaniku makan malam di rumah.“
“Kakakmu sibuk?“
Yui menghela nafas,
“Andai dulu aku tak mengizinkannya menjadi artis, tentu aku tak akan terus kesepian ditinggal seperti ini.“ Isak Yui
“Kau ini manja sekali, bagaimana kalau aku yang temani kau makan malam?“
“Tidak perlu Younha.“
Yui berjalan gontai, dia selalu ingin kakaknya ada disampingnya. Bukan karena egois tapi dia tak ingin kehilangan kakaknya. Dia masih trauma ketika kedua orang tuanya meninggal, pikirannya selalu diliputi kecemasan.

+++
Seseorang mengguncang pundak Yui pelan, Yui mengerjap-ngerjap matanya yang masih ngantuk,
“Ayo bangun cantik, waktunya berangkat sekolah.“
“Hmm. Kakak, aku masih ngantuk.“
Yui menarik selimut untuk menutupi badannya,
“Hei nanti kau terlambat.“
“Kakak jangan urusi aku, urusi sana pekerjaan kakak.“
Gakuto membuka selimut Yui perlahan,
“Ayolah, iya kakak minta maaf tadi malam tidak bisa menemanimu. Kakak akan menebus kesalahan, kau mau kakak melakukan apa?“
Yui membuka selimutnya,
“Temani aku seharian ini.“
“Tidak bisa kalau seharian, kakak janji nanti malam kita makan malam bersama.“
“Huff, baiklah karena aku baik hati maka hukumannya aku ringankan.“
“Huuu dasar, ayo sana mandi.“
Yui menyunggingkan senyumnya, lalu melangkah riang menuju kamar mandi.

-Bersambung-

FF ini juga aku publish di facebook. Thanks 🙂

Iklan

10 thoughts on “Fanfic YUI ‘Hater’ Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s