Fanfic ‘Goodbye to you’

Pagi-pagi dengerin lagu SHINee yang please don’t go jadi terinspirasi bikin ff, yah jadilah ff pendek yang geje ini.
Harapanku ada reader yang mau ninggalin jejak komentar. Jahat kan abis baca trus ditinggalin begitu saja, sama halnya kamu beli bakso terus nggak bayar. http://www.smileycodes.info

Author : Saya sendiri
Genre : Sad story
Length : one shot
Rating : G
Cast :
Go minyu
Onew SHINee

Dia menggenggam tanganku erat, dan terus menuntunku berjalan entah kemana.
“Kita mau kemana oppa?” tanyaku
“Melihat matahari terbenam, kau suka itu kan?”
“Iya oppa.” kataku tersenyum
Aku tak perduli oppa ingin membawaku kemana, asal oppa ada disampingku aku akan merasa nyaman.
Matahari itu seakan terkikis didasar langit, digantikan oleh sang rembulan yang akan menemani malam. Bersamaan dengan itu oppa melepas tanganku, aku terkejut.
“Oppa, mau kemana?. Jangan lepaskan tanganku oppa.”
“Aku memang harus pergi minyu, bukankah aku sudah menemanimu melihat matahari terbit seperti yang kau inginkan selama ini?”
Aku menggapai lengan oppa, dan menggenggamnya erat.
“Jangan pergi oppa!!”
Aku menangis sejadi-jadinya, kalau perlu aku akan memohon-mohon padanya agar tak meninggalkanku disini. Aku masih ingin bersamanya.
Dia menatapku sendu.
“Jangan menangis.” katanya sambil mengusap air mataku dengan tangannya yang hangat
“Oppa, jangan pergi ya.” pintaku
Dia memperlihatkan senyumnya yang khas, matanya yang sipit seakan tertutup.
“Ada satu hal yang ingin aku katakan padamu.”
“Apa?”
Oppa mendekatkan wajahnya ke telingaku. Lalu berbisik,
“Aku sayang minyu.”
Jantungku berdegup kencang, seluruh badanku bergetar. Aku tak percaya oppa mengatakan hal ini.
Bersamaan dengan itu tubuh oppa sedikit demi sedikit menghilang, lengannya yang ku genggam sedikit demi sedikit memudar. Oppa nampak semu bagiku sekarang.
“Oppa!!, oppa jangan pergi!!”
Oppa tersenyum, tubuhnya seakan terkikis lalu berubah menjadi daun-daun maple yang beterbangan di musim gugur. Aku berlari mengejar daun-daun itu yang menjauh dariku, nafasku tak teratur karena aku terus menangis. Hingga aku terjatuh dan tak dapat mengejar daun-daun maple itu.
“Onew oppa!!!”

Aku terbangun dari tidurku, keringat membanjiri tubuhku. Dan aku tersadar itu semua hanya mimpi. Onew oppa telah pergi, pergi dari mimpi dan hidupku.
Album foto berwarna pearl aqua itu masih terletak rapi di meja belajarku, aku ingat kemarin ibu yang menaruhnya disitu. Kemarin?, iya kemarin hari dimana jasatnya disemayamkan. Dan aku tak menghadiri upacara pemakamannya, aku masih tak bisa menerima kenyataan ini. Kenyataan yang membuat tenggorokanku tercekat dan air mata yang terus membasahi pipiku. Kenyataan bahwa kau telah pergi untuk selamanya, Onew oppa.
“Minyu, ayo waktunya makan.” Kata ibu sambil mengetuk pintu kamarku
“Aku tidak ingin makan, bu.”
“Ayolah sayang, dari kemarin kau belum makan. Nanti kau bisa sakit.”
“Aku tidak mau, bu.”
“Minyu dengarlah, kau harus menerima kenyataan ini nak. Kau tidak bisa seperti ini terus, Onew oppa akan sedih bila kau terus seperti ini.”
Aku semakin sedih ketika ibu menyebut namanya, ku tekuk lututku dan menenggelamkan wajahku. Sulit untuk menerima kenyataan, aku masih berharap bahwa ini semua adalah sebuah kebohongan.

+++++

Ku dekap erat album foto berwarna pearl aqua itu. Benda yang dititipkan Onew oppa untukku. Benda yang tergambar potret-potret kami berdua, potret-potret yang berisikan kenangan dan cerita-cerita kami dimasa lalu.
Ku tapaki tanah-tanah yang berwarna kecoklatan serta rumput-rumput hijau yang tumbuh diatasnya. Ibu berhasil membujukku untuk datang ke tempat ini, tempat peristirahatan terakhirmu.
Terukir jelas namamu diatas batu nisan itu, tubuhku bergetar ketika membacanya. Aku terduduk meringkuk disamping pusaramu.
“Aku disini oppa, apa kau mendengarku?”
Tak ada jawaban darimu, hanya desiran angin kecil yang terdengar ditelingaku. Aku tak sanggup lagi menangis, air mataku terasa kering karena terus menangisimu akhir-akhir ini.
“Oppa, kau jahat!. Kau jahat meninggalkanku begitu cepat, mengapa kau tidak memberitahuku dulu. Mengapa kau seakan memberiku harapan didalam mimpiku, mengapa kau mengatakan kau menyayangiku oppa. Itu membuatku sangat sangat merindukanmu, kenapa kau pergi setelah mengatakannya. Aku butuh jawabanmu oppa, jawablah!!”
Aku memukul-mukul tanah pusara, aku ingin oppa menjawab pertanyaanku. Kembali desiran angin kecil menerpa telingaku, cukup lama desiran itu terdengar. Apa oppa menjawab pertanyaanku lewat desiran angin? Ini sungguh tidak adil. Aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu oppa.

Angin menerpa punggungku, semakin lama rasanya semakin hangat. Rasanya oppa memelukku, aku menoleh kebelakang tapi aku tak mendapati apapun. Hanya hamparan gundukkan tanah yang tertancap batu-batu nisan diatasnya.
Album foto itu terjatuh dari dekapanku, angin meniupnya membuka salah satu foto dimana aku dan Onew oppa duduk bersama dihamparan pasir pantai. Ada beberapa tulisan yang tertulis dibawah foto itu.

‘Aku menyayangimu minyu, sampai kapan pun. Meski ajal memisahkan kita, kau akan selalu ada didalam hatiku. Jangan menangis lagi gadis cengeng, aku pergi karena tuhan memanggilku. Tiap manusia memiliki kisahnya sendiri, dan aku memiliki kisah yang indah bersamamu. Maka jika kini aku pergi aku akan tetap mengingatnya didalam ingatanku, dalam tiap cabang-cabang syaraf otakku. Aku juga ingin kau melakukannya, tapi kau tidak boleh terus menangisiku. Aku tahu minyu adalah gadis yang baik, banyak orang yang menyayangimu lebih dariku. Ibumu, ayahmu, seluruh keluarga dan temanmu ada untukmu. Jangan merasa kesepian lagi karena aku pergi, aku akan kecewa jika melihatmu terus menangisiku. Tuhan akan menjatuhkan hukuman yang berat padaku karena telah membuatmu menangis dan kehilangan semangat hidup. Tersenyumlah, jika kau merindukanku aku akan ada untukmu dimusim gugur nanti. Aku akan berbicara padamu lewat daun-daun maple, bukankah kita sama-sama menyukai autumn. Sekarang hapuslah air matamu, semua orang yang menyayangimu tak ingin melihatmu bersedih seperti ini. Aku hanya dapat menitipkan pesan terakhirku ini padamu, maaf meninggalkanmu begitu cepat. Go minyu, hwaiting!’

Aku tertawa kecil membaca kalimat terakhirnya, bisa-bisanya dia yang sempat menderita karena penyakitnya masih sanggup menyemangatiku. Dia benar, semua yang dia tulis benar. Aku tidak boleh bersedih lagi, terima kasih oppa telah menjawab pertanyaanku. Aku akan sering-sering ke pemakaman untuk mengunjungi oppa, lalu aku akan menunggu dengan sabar datangnya musim gugur untuk bertemu daun-daun maple yang cantik untuk mengobati rinduku padamu.

-SELESAI-
http://www.smileycodes.info

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s