Judge

Aku tau dia lebih senior dariku, aku akui dia artis yang terkenal tapi yang tidak aku sukai darinya adalah wataknya yang suka mengkritik orang dengan seenaknya dan menyebar berita yang tidak benar.

“Penyanyi-penyanyi baru sekarang kalau tidak mencari sensasi ya melakukan plagiat.” ucapnya sambil melirik sinis padaku.

Entah kenapa sepertinya dia membenci keberadaanku. Pemikirannya selalu buruk padaku, apa aku salah jika aku penyanyi baru dan langsung terkenal?. Ini semua berkat kerja kerasku sendiri bukan dengan mencari sensasi karena gosipku dengan seorang artis terkenal belakangan ini dan bukan dengan menjiplak karya orang seperti yang dia tuduhkan padaku.

 

Aku bukan sepertinya yang suka mencari-cari kesalahan orang lain dengan menambahkan bumbu pemanis sana sini. Mengumpulkan hal-hal yang nyata dan yang palsu dan kemudian menempelkan label harganya. Aku jadi berpikir, bukankah dia yang sebenarnya suka mencari sensasi?. Karena ulahnya aku mendapat skandal yang membuat hidupku tidak tenang, darimana asalnya aku bisa digosipkan dengan orang yang hanya pernah aku temui satu kali. Bagaimana dengan hebatnya dia membuat cerita seperti itu dan berusaha menjatuhkan reputasiku. Tapi aku tidak akan mengalah begitu saja, tentu memperjuangkannya tidak semudah membalik telapak tangan tapi ada banyak orang yang lebih mengenalku dan mendukungku, mereka kekuatanku yang membuatku masih sanggup berdiri sampai sekarang.

 

“Apa anda menikmatinya sekarang? Menjatuhkan reputasi orang bukankah itu pekerjaan mudah bagi anda?!” ucapku sinis.

Keningnya berkerut, aku pikir dia cukup tersinggung dengan ucapanku.

“Jangan menyindirku, kau pikir dengan begitu aku akan berhenti mengawasimu?” geramnya.

“Sejujurnya saya sangat menghormati anda karena anda senior bagi saya, tapi untuk saat ini tolong dengarkan kata-kata saya. Mari kita pikirkan pekerjaan kita masing-masing daripada mengurusi kehidupan orang lain, jika anda keberatan silahkan anda turunkan lagi reputasi saya didepan wartawan. Mudah bukan?”

Aku beranjak dari meja kerjaku dan berjalan melewatinya, aku tidak perduli apa yang dia katakan, aku masih punya masa depan yang lebih penting. Aku akan berusaha mempertahankan karirku serta mencintai pekerjaan dan orang-orang yang telah mendukungku. Because… Love is all

Iklan

One thought on “Judge

  1. Ping-balik: [Tema 4] Judge | #YUI17Melodies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s