FF ‘ Spiral and escape ‘ (oneshot)

Cast:

YUI yoshioka as yui

Oguri shun as shun

Kyoko fukada as kyoko

Genre:

Friendship, sad *kalo gak sedih gak usah nangis ya =.=’*

Tuk.. tuk.. ku ketuk tanah dengan sepatu kets coklatku, berkali-kali ku pandang jauh jalanan berwarna abu-abu yang lumayan sepi itu. Aku bergumam menyenandungkan sebuah lagu sambil terus menengok kejalanan, menunggu sosok itu muncul dan berlari ceria ke arahku. Ku alihkan pandanganku ke jam tanganku, hmm.. kenapa lama sekali ?!. Apa dia tidak diizinkan keluar, tapi kan dia sudah janji padaku. Kini tanganku sibuk memencet tombol-tombol hp untuk mengirim e-mail padanya, aku bersandar pada kotak surat berwarna merah karena terlalu lelah menunggunya.

“ Yuiiii… “

Suara ceria itu memanggilku, dan aku tersenyum melihatnya berlari seperti anak kecil ke arahku.

“ Huh.. kenapa lama sekali ? “ tanyaku setelah dia tiba ditempatku menunggunya

“ Aku harus menunggu sampai nenek sihir itu benar-benar pergi.. “ jawabnya

“ Ohh.. kau harus tanggung jawab mentraktirku minum, aku sudah sangat haus menunggumu sedari tadi di sini.. “ eluhku sambil memasang tampang cemberut padanya

“ Baiklah nona maniiiss.. tidak masalah.. ayo !! “ katanya kemudian berjalan mendahuluiku, aku segera berjalan di sampingnya sambil menceritakan lelucon padanya, dia selalu tertawa mendengar leluconku, aku sangat senang.

Kami selalu bertemu di persimpangan jalan tadi dan aku menunggunya di dekat kotak surat merah. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku harus menunggunya dipersimpangan jalan tadi ?. Hh… jika aku datang langsung ke rumahnya ibunya tidak akan mengizinkannya keluar denganku, aku juga tidak mengerti kenapa ?!!.

Masalahnya mungkin bukan aku, tapi karena kejadian 10 tahun lalu…

>Flashback

Tahun ajaran baru di sekolah menengah pertama,

Pandanganku pertama kali tertuju pada seorang anak lelaki yang penampilannya lebih wah dari siswa-siswa lain, aku yakin dia anak orang kaya.

“ Hai, aku yui.. “

Dia menatap sekilas padaku, lalu memandangku dari atas ke bawah, memangnya ada yang salah dengan penampilanku ?! aku rasa tidak.

“ Namaku shun.. “ katanya dengan nada ramah

Dan mulai saat itu kami berteman baik.

Ibunya tidak pernah mengizinkanku bermain ke rumah shun, benar-benar orang yang sombong. Apa yang salah denganku ? apa hanya karena beda status ekonomi sehingga shun tidak boleh berteman denganku.

Hingga suatu hari dimana itu adalah hari terakhirku bertemu shun. Ada kebakaran di gudang belakang sekolah, ada seorang siswi yang terjebak di dalamnya. Aku memanggil shun karena ku ketahui gadis itu adalah kyoko, pacar shun.

Shun segera menyelamatkan kyoko di tengah api yang terus berkobar memakan puing-puing dan isi gudang belakang sekolah itu. Gadis itu selamat, shun pingsan karena kehabisan banyak oksigen. Siswa lain dan beberapa guru segera mengantarnya ke rumah sakit. Aku sedih melihat keadaan shun.

Sejak kejadian itu shun tak lagi muncul di sekolah, ku dengar orang tuanya membawanya keluar negri, mereka takut anaknya akan terluka lagi. Dan kyoko terus menangis padaku ketika berita ini diketahuinya, hubungannya dengan shun jadi mengambang. Aku pun tak tau bagaimana harus menghubunginya. Aku hanya berdo’a semoga suatu hari shun kembali ke jepang dan kami dapat bertemu lagi.

>End flashback

++++++++++

Kami berjalan sepanjang lintasan jalan raya, dan kami saling berbisik tentang lelucon yang menggelikan. Tiba-tiba aku merasa ada orang yang menguntit kami, shun merasa takut mungkin saja itu pengawal-pengawal ibunya yang disuruh untuk mengintai shun kemana pun dia pergi. Aku pikir untuk apa ditakutkan, shun bukan robot yang harus digerakkan oleh ibunya. Dia sudah dewasa dan berhak mengatur hidupnya sendiri.

“ Yui, ayo kita ke pantai “ ajak shun

“ Selalu saja kau ini mengambil keputusan seenaknya sendiri. Kau bilang mau ke kebun binatang, sekarang bilang ingin ke pantai.. “ omelku

“ Ayolah.. aku ingin surfing.. “ rengek shun

“ Iya ya tuan muda… ayo cepat… “ kataku sambil menarik tangannya

Shun seperti anak kecil yang terbebas dari penjara ibunya, aku melihat dia gembira itu sudah cukup membuatku bahagia.

++++++++++

Seperti biasa aku menunggu shun di sini, di kotak surat merah di persimpangan jalan. Lama sekali, ini lebih lama dari biasanya. Bahkan e-mailku tidak dibalasnya, ku beranikan diri datang ke rumahnya yang besar itu.

Orang-orang berpakaian jas hitam serta memakai kaca mata hitam mondar-mandir di sekitar rumah, pengawal-pengawal ibunya shun menjaga ketat rumah itu. Sepertinya ibu shun sudah tau kalau shun sering keluar.

“ Hei nona kau mau apa ? “ tanya satpam bertampang sangar dan berkumis tebal itu.

“ Aku ingin bertemu shun “ jawabku

“ Apa kau teman tuan muda shun ? “

“ Iya, aku ingin menemuinya sekarang juga “

“ Nyonya tidak mengizinkan siapapun menemui tuan muda, jadi nona pergi saja sekarang “

“ Tapi kan ? “

“ Cepat pergi !! “ bentaknya

Galak sekali dan menyebalkan. Akhirnya ku putuskan untuk pulang.

Aku mencoba menghubungi shun, aku pun menelponnya. Dan di seberang sana ku dengar suara shun dengan nada sedih menceritakan larangan-larangan ibunya yang mengekangnya. Aku pun ingin dia bangkit, jangan menjadi lelaki yang lemah dan segala macam nasihat aku utarakan padanya.

Seminggu kemudian aku mendapat kabar dari shun dia bertengkar dengan ibunya, dia terus berharap ibunya dapat mengerti, aku menangis mendengar ceritanya. Aku selalu berdo’a agar ibunya mengerti. Aku yakin shun sanggup.

3 bulan berlalu, musim dingin datang. 3 bulan juga aku tak bertemu shun untuk sementara, aku pikir aku merindukannya. Shun berjanji akan menemuiku di persimpangan jalan seperti biasa dan menceritakan semua yang terjadi.

Sore yang dingin, sweater dan syal hangat ini cukup membuatku tak menggigil kedinginan.

Dia terlihat bahagia berlari menemuiku,

“ Aku berhasil.. “ itu kalimat pertama yang dia ucapkan begitu sampai di depanku

“ Benarkah ? “

“ Ya, aku berhasil menaklukan nenek sihir itu. Tapi tetap dia memberi beberapa larangan untukku. Aku akan mulai kehidupanku yang baru, sebagai manager muda di perusahaan ayah di Tokyo, ikutlah denganku yui.. “

“ Eh ?, ibumu akan marah jika melihatku.. “

“ Biarlah… “

“ Lalu untuk apa aku mengikutimu ? “

“ Untuk menjadi penyanyi.. “

“ Eh ? “

“ Kau bilang ingin jadi penyanyi, jadilah artisku.. “

“ Itu sebuah perusahaan yang melahirkan sebuah musisi ? “ tanyaku masih bingung

“ Benar.. kau mau kan ? “

“ Iya.. tentu.. “

“ Baguslah.. kau memang sahabat terbaikku yui “

Aku senang mendengar ucapannya.

“Yui.. aku.. aku juga ingin mencari kyoko.. “ kata shun tiba-tiba

“ Eh ? kau masih ingat dia ? “

“ Tentu.. kau mau membantuku mencarinya ? “

“ I.. iya.. “

Kenapa rasanya hatiku hancur, perasaan apa ini ? apa aku cemburu ? apa aku menyukai shun?. Kenapa harus disaat seperti ini aku patah hati.

++++++++++

Ku tuang cerita dan perasaanku dalam lagu, aku bahagia menjadi penyanyi yang sukses tapi tidak dengan hatiku. Bahkan ketika shun akan segera menikah dengan kyoko, rasanya aku tak sanggup. Aku ingin berteriak, “ Aku butuh kau, tapi aku tak bisa mengatakannya.. !! “

Ku harap tuhan menguatkanku, aku akan bahagia jika shun bahagia. Sahabat terbaikku shun, aku sangat berterima kasih meski dengan air mata ini. Semoga bahagia. :’)

~The End~

Spiral & Escape Lyric

Romaji

Machiawase wa itsumo magarikadon toko

Akai posuto ni yorikakatte matteta no

Uchi no sugu mae dattara mama ni mitsukaru yo tte

Atashi wa nan ni mo warukunai noni

Spiral & escape

Atashi wa hitori

Spiral & escape kare ga dete kuru no wo

Zutto matte ita zutto matte ita ano koro

Kokudou zoi mimimoto de hanashita

Hitome wo ki ni shite iru no ga wakatta

Nani wo mamotte iru no? Dare ni obieteru no?

Atashi wa nan ni mo kowakunai noni

Spiral & escape

Utsumuita mama

Spiral & escape kare no iiwake bakari

Zutto matte ita zutto matte ita

Kodomo no mama ja kizutsuku yo

Nani mo gisei ni shinai yasashisa nara iranai

I need you sou ienai kara

Spiral & escape

Atashi wa hitori

Spiral & escape kare kara sayonara wo

Zutto matte ita zutto matte ita ano koro

Terjemahan Indonesia

Kami selalu bertemu di persimpangan

Aku bersandar pada kotak surat merah dan menunggunya

Jika kami bertemu di luar rumahnya ibunya akan melihatku

Meskipun tidak ada yang salah denganku

Spiral & escape

Aku menunggu sendirian saat itu

Spiral & escape, Menunggu dan menunggu

Hingga ia keluar rumah

Kami berjalan sepanjang lintasan jalan raya, saling berbisik di telinga masing-masing

Dan aku menyadari bahwa seseorang melihat kita itu mengganggumu

Apa yang kaulindungi? Apa yang kautakutkan?

Aku tidak takut pada apapun

Spiral & escape

Aku menundukkan kepalaku

Spiral & escape, dan menunggu dan menunggu

Alasannya

Ketika kita masih kecil, kita terluka

Aku bukan korban, aku tidak butuh kenyamanan

Aku butuh kau, aku tidak bisa mengatakannya

Spiral & escape

Aku menunggu sendirian saat itu

Spiral & escape, menunggu dan menunggu

Hingga ia keluar dari rumahnya

Iklan

2 thoughts on “FF ‘ Spiral and escape ‘ (oneshot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s