Fanfic “ Goodbye days “

Cast :

Choi ji woo (winter sonata) – ibu seohyun

Seohyun snsd

Jung yong hwa cn blue

Lee ji eun (IU)

Im yoona snsd

Kim yoo bin (Ye eun Oh my lady) – adik seohyun

Victoria song f(x)

Super junior : Leeteuk, siwon, shin dong

Kang min hyuk cn blue

Genre : romance, family

Length : one shot

Rating : G

Choi ji woo pov

Kata-kata dokter tadi pagi masih terngiang ditelingaku,

“ Penyakit putri anda sudah mendekati kronis, masa hidupnya diperkirakan 1 tahun bisa juga lebih. Sebaiknya anda menjaganya dengan baik, jangan biarkan dia terlalu lelah. Saya rasa itu saja yang perlu saya sampaikan “

Tubuhku lemas mendengarnya, apakah putriku berhak memikul penderitaan sebesar ini tuhan ? rasanya aku ini ibu yang tidak berguna. Kenapa engkau biarkan dia terlahir dari rahimku jika akhirnya dia akan kau ambil kembali secepat ini.

Putriku seohyun kini berumur 17 tahun, penyakit itu diketahui ketika dia berumur 10 tahun. Kini sudah mendekati kronis padahal sudah banyak usaha aku lakukan untuk menyembuhkan penyakitnya, tapi tuhan berkehendak lain.

“ Ibu.. ibu.. lihat aku menggambar beruang.. “ kata yoo bin sambil menarik-narik rokku, membangunkanku dari lamunan suram.

Yoo bin, putriku yang kedua. Umurnya masih 5 tahun, umurnya terpaut jauh dari seohyun karena appa mereka berbeda. Appa seohyun meninggal ketika umur seohyun 3 tahun, sedangkan appa yoo bin meninggalkanku dengan wanita lain. Aku berjuang sendiri untuk membiayai hidup putri-putriku, kini tuhan mengujiku untuk ketiga kalinya dengan seohyun. Penyakitnya sama dengan yang menyebabkan kematian ayahnya, haruskah seperti ini hidupku terus berputar dalam labirin kesedihan.

Sampai aku membawa putri-putriku ke amerika, berharap menghapus kenanganku yang kelam di korea dan berharap ada harapan untuk kesembuhan seohyun. Tapi takdir masih tidak mau melepaskan deritaku ini.

Aku tersenyum getir melihat keriangan kedua putriku ketika memperebutkan boneka beruang yang dibeli seohyun sepulang sekolah. Aku ingin membawa mereka pulang lagi ke korea, sudah cukup aku berjuang sendiri di tanah asing aku ingin seohyun menghabiskan sisa hidupnya di tanah kelahirannya. Ahh.. kenapa aku berpikir seperti ini, tapi ini sudah dibatas kemampuanku, kemampuan seorang wanita. Cukup aku saja yang menangis untuk seohyun.

“ Kita akan kembali ke korea ? “ tanya seohyun kaget

“ Iya, ibu sangat rindu kampung halaman kita “

Ashh.. kebohongan apalagi yang aku perbuat, kenapa aku menutupi fakta sebenarnya pada seohyun. Hidupmu tidak lama sayang, rasanya sangat jahat jika aku mengatakan kalimat itu pada putriku.

++++++++++

Incheon airport,

Udara korea, ini dia udara korea yang lama aku rindukan. Aku akan memulai hidup baru kembali di sini dan menghapus kenangan kelam di masa lalu.

Rumah lama sudah ku jual, kini kami tinggal di apartemen. Di sinilah akan aku memulai semuanya dengan semangat baru dan menjaga putriku hingga detik terakhirnya. Ku peluk erat kedua putriku sesampai di apartemen.

“ Umma, jangan memeluk seerat ini. Aku kan jadi malu dilihat orang-orang.. “ ujar seohyun

“ Hmm.. umma hanya ingin meluapkan rasa gembira umma dengan memeluk kalian, kenapa harus malu.. “ kataku lalu memencet hidung seohyun

Seohyun cemberut, sejak usianya menginjak remaja dia selalu malu jika aku memeluknya. Pemikirannya sudah berubah ketika memasuki masa pubernya, semoga dia mengerti kalau aku hanya tidak ingin kehilangan dia, bahkan saat nanti aku tidak bisa memeluknya lagi seerat hari ini.

Seohyun berbeda dengan yoo bin. Yoo bin adalah putri yang manis dan penurut, sedangkan seohyun adalah putri yang sedikit tomboy. Dia suka skateboard, basket, taekwondo, tapi setidaknya dia masih suka boneka.

++++++++++

Seohyun pov

Aku tidak mengerti jalan pikiran umma, beliau pernah bilang tidak akan kembali ke korea karena terlalu menyakitkan mengingat kenangan lama. Tapi kini umma mengajak kami kembali ke korea apa yang sebenarnya umma pikirkan, yah tapi aku senang juga kembali ke korea.

“ Hari ini kalian berdua masuk di sekolah yang baru, seohyun jangan berbuat onar lagi seperti di amerika. Jangan memukul anak laki-laki, jangan menjahili anak perempuan, jangan ikut ekskul basket ataupun taekwondo pokoknya jangan ikut ekskul yang membuatmu terlalu lelah. Ikut ekskul musik atau melukis saja… bla.. bla.. bla.. “

Rasanya kupingku sudah panas mendengar umma mengomel seperti itu. Ternyata di korea pun aku masih dibatasi, tapi bukan seohyun namanya kalau tidak melanggar nasihat umma *evil smile*.

“ Umma aku ingin naik sepeda.. “ aku merayu umma, agar umma mengijinkanku naik sepeda ke sekolah.

“ Tidak, kau pergi ke sekolah naik bus. Halte bus tidak jauh dari sini, ayo cepat berangkat nanti terlambat lho.. dan ingat harus jadi anak perempuan yang manis jangan cepat emosi. Arraseo “

“ Ne, umma “

Aku berjalan gontai sambil bergumam tidak jelas.

++++++++++

Cheosangi school

Aku melongok ruang kantor guru,

“ Hei kau, kalo mau masuk cepat masuk jangan melongok di depan pintu begitu.. “ tegur salah seorang guru

Aku menyunggingkan senyum,

“ Kamu siswi baru itu, kemarilah.. “ panggil salah seorang guru perempuan

“ Annyeonghaseo.. “ sapa guru perempuan itu

“ Annyeonghaseo sonsaengim.. “

“ Hmm.. kamu yang bernama seohyun kan ?, kamu masuk kelas 2-2 dan aku adalah wali kelasmu. Kalo ada apa-apa datanglah padaku, ibu victoria song “

“ Ne, kamsahamnida “

“ Baiklah, ayo aku antarkan ke kelas barumu.. “

Dan sudah menjadi tradisi bagi siswa baru untuk memperkenalkan dirinya, kemudian aku disuruh untuk duduk di salah satu bangku.

Brukk !! aku terjatuh dan seisi kelas menertawaiku. Sepertinya ada yang sengaja menjegalku.

“ Im yoona, jangan mengerjai teman barumu.. “ marah sonsaengnim

Ku toleh ke belakang, seorang yeoja sedang tersenyum sinis padaku dia yang sengaja menjegalku. Kalau saja ini bukan di korea, aku pasti sudah menghabisinya sekarang.

“ Yoona memang seperti itu, dia juga suka menindas karena merasa dirinya yang paling cantik dan kaya. Banyak yang tidak suka padanya.. “ bisik seorang siswi yang duduk di depanku

Aku menatapnya heran.

“ Namaku lee ji eun, kita bisa jadi teman baik seohyun “ katanya sambil tersenyum lucu

Kriiingg !! bel istirahat berbunyi.

“ Mau ke kantin bersamaku ? “ tawar ji eun

Aku mengangguk dan berjalan mengikutinya.

“ Jangan bikin masalah dengan yoona dia bisa mengerjaimu lebih dari yang tadi “ bisik ji eun

“ Kenapa aku harus takut padanya, dia bukan siapa-siapaku.. “ ujarku

“ Aishh.. aku hanya memberitaumu.. “

Tiba-tiba aku menabrak seseorang dan gelas sodaku tumpah ke seragamnya

“ Yaaa.. apa yang kau lakukan !! “ marah siswa yang aku tabrak itu yang tidak lain seorang namja

“ Seohyun apa yang kau lakukan “ bisik ji eun ketakutan

“ Aku tidak sengaja.. “

“ Yaaa.. apa kau tidak punya mata ?! “ bentak namja itu

Aku menatapnya dengan ekspresi datar,

“ Maaf “ kataku lalu menggandeng ji eun dan pergi sebelum namja itu mengomeliku.

“ Aishh.. kenapa kau meminta maaf dengan nada datar begitu.. “ omel ji eun sambil duduk di salah satu bangku kantin

“ Aku kan hanya menumpahkan air soda, bukan kesalahan besar kan ? “ acuhku

“ Aishh.. kau ini, bagaimana kalau dia tidak mau memaafkanmu.. “

“ Memangnya dia siapa ? “

“ Huff.. dia itu kapten sepak bola sekolah, dia juga jago taekwondo, siswa yang dikagumi banyak siswi di sekolah. Dan dia juga tampan seperti seorang pangeran, apa kau tidak melihat pesonanya. Dia begitu berkharisma kan ?! “ jelas ji eun dengan nada yang mendayu-dayu

“ Hmm.. iya sih dia tampan.. “

“ Kenapa komentarmu datar begitu, padahal aku sudah susah payah menjelaskannya.. “

“ Ji eun, kau tidak mau makan burgermu ? bagaimana kalau aku yang makan ? “

“ Hey, jangan.. “

Aku tertawa melihat ekspresi ji eun yang lucu.

“ Ayo kita ke lapangan sepak bola, katanya hari ini ada pertandingan antar kelas “ ajak ji eun

“ Baiklah.. “

Lapangan sepak bola riuh dan ramai, apalagi adanya siswi-siswi yang meneriakkan nama idolanya masing-masing ditribun penonton. Entah untuk menyemangati atau untuk cari-cari perhatian.

“ Kyaaa.. min hyuk oppa kereenn.. “ teriak ji eun, benar-benar membuatku kaget

“ Lihat itu seohyun, itu min hyuk oppa dia keren kan ? permainan bolanya juga bagus “

Aku hanya melengos, selama hidupku aku belum pernah mengidolakan seseorang sampai seperti itu.

“ Nah itu dia yong hwa oppa.. “ kata ji eun riang

“ Siapa lagi dia ? “

“ Dia namja yang kau tabrak tadi.. “

“ Umm.. eh siapa tadi namanya ? “

“ Namanya jung yong hwa, kenapa ? jangan-jangan kau jadi ngefans ya ? “

“ Aniyo… hanya rasanya pernah mendengar nama itu “

“ Tentu saja, kan tadi aku yang bilang. Namanya yong hwa.. yong hwa.. “

Ku bungkam mulut ji eun.

“ Sebut sekali lagi namanya, ku plester mulutmu.. “

“ Hehe.. mianhae chingu “

Di pinggir lapangan pasukan cheerleader berteriak-teriak memanggil nama yong hwa, bukannya itu yoona ? dan muncullah ide jahilku.

“ Ji eun, pinjam botolnya.. “

“ Untuk apa ? “

“ Kau lihat yoona disana ?, ayo kita taruhan. Kalau botol ini bisa mengenai yoona kau harus kerjakan pr-ku selama seminggu “

“ Hah ? kau ini kenapa mencari gara-gara. Aku kan sudah bilang jangan “

“ Diamlah, dan lihat apa botol ini akan mengenai yoona “

“ Aishh.. terserah kau saja, tapi kalau kau tidak berhasil kau yang harus mengerjakan pr-ku “

“ Baiklah, sepakat.. “ ujarku sambil mengeluarkan senyum evilku, ji eun hanya geleng-geleng kepala melihat ulahku.

Aku mengambil ancang-ancang, dan mencari sudut yang tepat untuk mengenai yoona.

Hana, dul, set..

Braakkk..!! botol itu tepat mengenai punggung yoona

“ Yaaaa.. siapa yang berani melempar botol ini padaku.. “ teriak yoona marah

Sangking kerasnya dia berteriak, siswi-siswi yang berteriak-teriak di tribun jadi terdiam.

“ Katakan siapa yang melakukannya ?!! “

Aku dan ji eun sudah kabur duluan, kami kabur ke kantin. Di kantin aku tertawa sepuasnya, lega rasanya setelah balas dendam. Ji eun geleng-geleng heran.

“ Kenapa aku harus berteman dengan orang ini “ gerutu ji eun

“ Aku berhasil, sesuai kesepakatan kau harus kerjakan pr-ku “

Ji eun menelengkupkan mukanya ke meja sambil mendengus kesal. Aku tertawa penuh kemenangan.

++++++++++

“ Kau yakin akan ikut ekskul taekwondo ? “ tanya ji eun

“ Tentu. Mmm.. tapi jangan bilang-bilang ummaku ya, beliau pasti marah “

“ Hmm.. bagaimana ya ?!! “

“ Ji eun, kenapa bilang seperti itu “

“ Kita buat kesepakatan.. “ ujar ji eun sambil tersenyum licik

“ Aduhh.. kesepakatan apalagi, kau mau balas dendam padaku ? “

Ji eun menjentikkan jarinya.

“ Baiklah katakan nona ji eun “

“ Mintakan aku tanda tangan min hyuk oppa dan sampaikan salamku padanya, maka aku akan menjaga rahasiamu “

“ Aishh.. ternyata kau bisa licik juga ji eun “

Ji eun tertawa senang.

Akhirnya aku bergabung di klub taekwondo tanpa ku beritau umma, beliau pasti akan melarangku.

“ Hei, kau gadis yang menumpahkan soda ke seragamku.. “ ujar young hwa

“ Aigoo.. aku hampir lupa kalau yong hwa juga ikut klub ini.. “ batinku

“ Memangnya gadis sepertimu bisa taekwondo, yang benar saja “ ejek yong hwa

“ Jangan menganggapku lemah ya.. “ bentakku

“ Hei kalian berdua jangan pacaran di sini, ayo kita mulai latihan “ ujar siwon sonsaengnim

Semua siswa yang di ruang latihan menertawai aku dan yong hwa.

Latihan hari ini lumayan menguras tenagaku, saat aku melangkah ke halaman sekolah hujan turun dengan derasnya.

“ Aishh.. bagaimana caranya aku bisa pulang ? “ ku ambil ponsel di tasku

“ Yaa.. kenapa pake lowbat segala sih, hujan cepatlah berhenti “

Krucuukk !! perutku berbunyi, akhirnya ku putuskan pergi ke kantin. Dan sialnya kantin sekolah sudah tutup.

“ Benar-benar hari yang sial “ kataku kesal sambil memukul loker

“ Menginap saja di sini gadis aneh, hahaha.. siapa tau ada hantu sekolah yang mau menemanimu.. “ ejek yong hwa

“ Aishh… kau lagi pergi sana jangan ganggu aku “

“ Baiklah aku pulang duluan, selamat bersenang-senang.. “

“ Menyebalkaaannn.. “ teriakku kesal

15 menit hujan belum juga reda, hawa di lorong sekolah semakin dingin.

Kemudian terdengar langkah setengah berlari menuju lorong, siapa itu ?

Jam segini masih ada orang di sekolah ? aku pikir hanya aku yang ada di sekolah.

“ Seohyunnn !! “

Ah, itu suara umma. Dan ternyata benar umma datang ke sekolah untuk menjemputku.

“ Dasar, kenapa tidak telpon umma. Umma jadi khawatir “

“ Ponselku mati “ jawabku

“ Ya sudah, ayo cepat pulang.. “

Untung ada umma, yah setidaknya aku tidak perlu menginap semalaman di sekolah.

++++++++++

Bruuakk !! yoona memukul mejaku

“ Aku tau kau kan yang tempo hari melempar botol itu padaku.. “

“ Mana aku tau.. “

“ Aishh.. “

Plakk !! yoona menamparku

Seisi kelas hanya bisa terdiam melihat semua itu, ku pegang pipiku rasanya perih.

Ku tatap yoona yang memandang kesal padaku, dia bersiap untuk menamparku lagi dan dengan cepat ku tarik kerah seragamnya dengan kedua tanganku dan mengangkatnya tinggi hingga kakinya tak lagi menyentuh di lantai.

“ Yaaaa… yaa… apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku “

“ Kau pikir aku tidak berani padamu, hah ? “

Victoria sonsaengnim datang ke kelas dan melerai kami. Akhirnya kami berdua dihukum membersihkan seluruh kamar mandi sekolah.

“ Ini gara-gara kau.. “ ujar yoona kesal

“ Kau kan yang memulai, enak saja menuduhku.. “

“ Kau pikir karena kau ikut taekwondo kau merasa hebat lalu membalasku ? “

Aishhh.. sudah diam dan selesaikan hukuman ini. Aku masih banyak urusan.. “

“ Kau.. kau.. huuuh.. “ yoona geram padaku tapi ditahannya, karena hukuman ini harus segera selesai hari ini. Siapa juga yang mau menginap di sekolah ya kan ??.

Di klub taekwondo,

“ Gadis aneh ini ternyata mantan preman ya, hebat sekali aksimu di kelas tadi “ sindir yong hwa

Aku hanya diam.

“ Sekarang jadi nona pendiam.. sudah kapok ya karna dapat hukuman “

Ku tarik kerah seragam yong hwa dan memukul perutnya, dia jatuh tertelengkup sambil memegang perutnya.

“ Jangan suka menyindirku, rasanya sangat gatal di telinga “ ujarku lalu pergi

“ Yaaaa.. kau.. dasar gadis aneh.. “

++++++++++

Angin yang sejuk dan sore yang indah, aku mengajak adik kecilku yoo bin jalan-jalan di taman kecil dekat apartemen.

“ Unnie, di sana ada kolam “ tunjuk yoo bin pada kolam yang cukup besar di taman itu

“ Hei lihat ada banyak ikan.. “ kataku

Yoo bin memasukkan tangannya di air,

“ Dingiiin.. “

Aku tertawa melihat ekspresi yoo bin.

“ Unnie, aku ingin ikan-ikan ini ada di apartemen kita.. “

“ Kalau begitu nanti minta belikan akuarium pada umma “

“ Tidak, aku ingin membelinya sendiri “

“ Baiklah, kalau begitu besok kita beli akuariumnya bersama-sama. Kau mau ?? “

Yoo bin mengangguk senang.

“ Unnie.. “

“ Apa sayang ? “

“ Itu hidung unnie ada darahnya “

“ Eh ? “ ku raba hidungku, benar kata yoo bin

“ Unnie, hanya mimisan tidak masalah kok “

“ Oww.. “

“ Kenapa tiba-tiba aku mimisan ? “ pikirku heran.

++++++++++

Sepulang sekolah aku mengantar yoo bin membeli akuarium, umma tidak bisa mengantar karena sibuk bekerja dan aku mengajak ji eun juga.

“ Unnie, aku mau beli ikan yang banyak “

“ Baiklah “

“ Hey, seohyun. Kau pantas kalau jadi baby sitter, mungkin kau mau mengambil kerja sambilan kebetulan ada tetanggaku yang butuh baby sitter “ ujar ji eun asal

“ Kau mau aku jitak pakai kaki apa tangan ? “

“ Hehehe.. hanya bercanda kok, jangan marah nanti cepat tua.. “

Sampailah kami di sebuah toko,

“ Selamat datang, ada yang bisa saya bantu.. “ sapa seseorang dari dalam toko lalu berjalan keluar menemui kami

“ Kau ? “ aku terkejut melihat orang menyapa kami itu

“ Yong hwa oppa ? “ ji eun juga terkejut

Yong hwa menatap malas padaku,

“ Masuklah, kau mau cari apa ? “ tanya yong hwa

“ Jadi seperti itu seorang pelayan toko menyambut pembeli “ ejekku

“ Aku malas berdebat denganmu, sudah cukup kau memukul perutku. Rasanya sangat sakit “

“ Jadi sekarang seorang pangeran sekolah telah mengaku kalah “

“ Yah, terserah silahkan berkata sesukamu “

Aku tersenyum penuh kemenangan.

“ Yong hwa ada pembeli kenapa tidak disuruh masuk “ kata ahjussi yang sepertinya pemilik toko

“ Dia pamanku, aku di sini bekerja membantu pamanku. Jadi jangan salah paham “ jelas yong hwa

Ahjussi itu keluar menemui kami, sepertinya aku pernah mengenalnya

“ Leeteuk ahjussi ?? “ tanyaku

“ Kenapa kau tau namaku gadis manis “

“ Ahjussi ini aku seohyun, apa ahjussi sudah lupa ? “

“ Benarkah ? kau banyak berubah. Sudah 5 tahun lebih tidak bertemu “

“ Iya ahjussi. Ini adikku yoo bin dan ini temanku ji eun “

“ Gadis kecil ini sudah lahir, terakhir aku bertemu ummamu ketika masih hamil muda kemudian kalian memutuskan untuk pindah ke amerika “

“ Iya ahjussi.. “

“ Baguslah gadis ini tumbuh dengan baik. Eh seohyun apa kita bisa bicara sebentar ada yang ingin aku ceritakan “

“ Baiklah, ji eun tolong temani yoo bin memilih akarium ya “

“ Aku ? “ tanya ji eun sambil menunjuk hidungnya

“ Iya, yoo bin jangan menyusahkan ji eun unnie ya.. unnie mau berbicara sebentar dengan ahjussi ini “

Yoo bin mengangguk.

“ Ada apa ahjussi ? “

“ Ini tentang appa tirimu, dia mengalami kecelakaan ketika mencoba mencari keberadaanmu dan ummamu di amerika “

“ Kapan kejadiannya ? “

“ Hmm.. sekitar 2 tahun lalu, dia ke amerika juga untuk menghindari penagih hutang. Appa tirimu terus berjudi hingga semua saham dan perusahaannya jadi taruhan, istrinya minta cerai lalu appamu meminjam uang dariku untuk pergi ke amerika dan dia bilang ingin mencari ummamu “

Orang itu sudah melukai hati ummaku, percuma jika seandainya kita bertemu umma juga tidak akan pernah memaafkannya “

“ Itulah kenapa aku bercerita padamu, aku ingin kau yang membujuk ummamu untuk memaafkan kesalahan appa tirimu. Biarkan dia beristirahat dengan tenang “

“ Aku akan mencobanya ahjussi “

“ Baguslah. Aku terkejut kalian kembali ke korea, ummamu pernah bilang padaku dia tidak mau lagi kembali ke korea “

“ Itu juga yang membuatku heran ahjussi, kenapa umma tiba-tiba mengajak pulang ke korea “

“ Kau tidak bertanya padanya ? “

“ Umma bilang beliau rindu korea, beliau ingin menghabiskan hidupnya di sini “

“ Ummamu itu memang sulit ditebak maunya.. “

“ Hmm.. ahjussi. Anak laki-laki itu keponakan ahjussi ? “

“ Maksudmu yong hwa ? “

“ Iya “

“ Tentu saja, dia kan teman kecilmu dulu. Apa kau sudah lupa ? “

“ Mwooo ?? “

“ Kalian sepertinya satu sekolah ya ? baguslah, akurlah seperti dulu aku denger sepertinya kalian bertengkar tadi “

“ Pantas aku pernah mendengar namanya “ batinku, orang menyebalkan itu teman kecilku ??

Leeteuk ahjussi menggendong yoo bin,

“ Bagaimana gadis kecil, kau sudah menemukan akuarium pilihanmu ? “

“ Iya ahjussi “

“ Anak pintar “

“ Aku juga ingin ikan yang banyak di akuariumku “

“ Baiklah, ahjussi akan memberinya gratis untukmu karena kau anak yang manis “

“ Kamsahamnida ahjussi “

“ Cepatlah memilih, lalu kita pulang “ ujarku

“ Kenapa buru-buru, tidak ingin mengenang masa kecil di sini dulu “ ujar leeteuk ahjussi

“ Apa jangan-jangan yong hwa oppa dan seohyun itu teman masa kecil ya ? “ tebak ji eun

“ Gadis pintar, buatlah mereka akur lagi “ kata ahjussi pada ji eun

Ji eun dan yong hwa terbelalak kaget

“ Ka.. kalian.. teman ? bagaimana bisa ? “ tanya ji eun

“ Jangan memasang tampang seperti itu, lagipula aku sudah lupa apa yang terjadi ketika aku kecil dulu “ jelasku sambil menatap yong hwa sinis

Yong hwa terdiam, sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

++++++++++

Rasanya aku ingin pingsan hari ini, tidak biasanya keadaanku jadi buruk begini. Aku meminta izin untuk tidak ikut taekwondo hari ini.

“ Hei gadis aneh “ panggil yong hwa, sebelum aku keluar dari ruang latihan

“ Ada apa ? “

“ Aku ingin mengembalikan kotak ini ? “

“ Kotak apa ini ? “

“ Itu milikmu, terserah kau masih ingat atau tidak “ lalu yong hwa berbalik masuk ke ruang latihan

Aku membuka kotak itu, ada boneka beruang kecil berwarna coklat tapi warnanya sudah pudar dan secarik kertas bergambar anak laki-laki dan anak perempuan sedang bergandengan tangan di bawahnya ada tulisan ‘ Friend’s forever ‘

“ Kenapa aku tidak bisa mengingat masa kecilku di sini ? aku jadi merasa bersalah pada yong hwa oppa. Dia masih menjaga kotak ini, hingga aku kembali ke sini “ pikirku

Aku berjalan menuju halte bus, tapi samar-samar aku mendengar teriakan minta tolong seorang gadis. Aku berlari mencari asal suara, dan ku temukan di pojokan toko yang sepi gadis itu ditodong 3 pria. Bukankah itu yoona ??

“ Hey kalian, jangan sakiti dia “ teriakku sambil melancarkan tendangan ke salah satu pemuda yang menodongkan pisau pada yoona. Kemudian mereka menyerangku, pisau preman itu menusuk perutku aku mengerang kesakitan dan ketiga preman itu melarikan diri.

“ Seohyun kau tidak apa-apa ? “ tanya yoona panik

Pandanganku menjadi kabur dan aku pingsan.

+++

Author pov

Yong hwa dan umma seohyun datang ke rumah sakit. Yong hwa melihat yoona yang terduduk lemas,

“ Mana seohyun ? “ tanya yong hwa

“ Dia di ruang UGD “ kata yoona sesenggukan

“ Apa yang terjadi pada seohyun, siapa yang melakukannya ?? “ tanya umma seohyun sambil mengguncang-guncang pundak yoona

“ Maaf ahjumma, seohyun berusaha menyelamatkanku dari preman kemudian dia ditusuk diperutnya. Aku benar-benar minta maaf “ yoona menunduk sambil menangis

Umma seohyun terduduk lemas.

“ Seharusnya tadi aku tidak membiarkan dia absen latihan “ ujar yong hwa

“ Latihan ? latihan apa ? “ tanya umma seohyun

“ Taekwondo, seohyun ikut taekwondo “

“ Mwo ?? anak itu selalu saja tidak mendengarkan nasihatku, aku sudah bilang jangan ikut taekwondo atau apapun itu kegiatan yang membuatnya lelah berlebihan “

“ Kenapa memangnya ahjumma ? “ tanya yong hwa

“ Bukan apa-apa, yong hwa aku mohon keluarkan seohyun dari taekwondo aku ingin dia menjadi anak yang manis. Aku tidak mau dia terluka lagi seperti ini “

“ Ahjumma ?? “

“ Aku mohon yong hwa, aku mohon jaga dia “ pinta umma seohyun sambil bersujud

“ Ahjumma jangan begitu, dia punya potensi yang bagus di taekwondo mana mungkin aku menghalanginya “

“ Kau tidak mengerti, hidupnya hanya sebentar yong hwa “ umma seohyun pun menangis

“ Ke.. kenapa bisa ? “

“ Dia menderita kanker darah kronis. Tapi aku tidak pernah memberitaunya, aku tidak ingin senyumnya itu pudar karena penyakitnya “

Yoona dan yong hwa terkejut.

“ Aku akan menjaganya ahjumma, aku janji “ ujar yong hwa

++++++++++

Seohyun pov

Hari ini umma yang mengantarkan aku ke sekolah, setelah seminggu aku terbaring di rumah sakit. Luka akibat tusukan pisau itu belum sembuh sepenuhnya, masih terasa nyeri bagiku.

“ Seohyun kau membuatku khawatir “ ujar ji eun

“ Aku tidak apa-apa “

Yoona menyambutku dengan tersenyum, tidak biasanya dia bersikap baik begini. Apa dia salah minum obat ??

“ Ji eun kenapa sikap yoona jadi baik begitu ? “

“ Mungkin karena kau sudah menyelamatkannya “

“ Benar juga “

“ Oh iya, ini ada surat untukmu “ ji eun menyerahkan sepucuk surat padaku

“ Mwo ?? siwon sonsaengnim mengeluarkanku dari taekwondo ? kenapa begini. Aku harus menemuinya dan minta maaf “

“ Apa hanya karena kau bolos seminggu dia mengeluarkanmu ? “

“ Entahlah “

Aku menemui siwon sonsaengnim seusai pelajaran berakhir,

“ Aku tidak punya alasan seohyun, tapi kau memang harus keluar “ kata siwon sonsaengnim

“ Kenapa begini ? kalau aku ada salah aku benar-benar minta maaf, tapi aku mohon jangan keluarkan aku sonsaengnim “

“ Jangan berkata begitu kau tidak salah apa-apa, sudah sana pulanglah. Aku juga mau pulang, atau mau ku antar ? “

Aku menggeleng lemah.

Aku berjalan gontai di sepanjang lorong sekolah, aku benar-benar tidak mengerti dengan masalah ini. Siwon sonsaengnim bilang tidak ada alasan, tidak mungkin kan ??

“ Seohyun “ panggil yonghwa

“ Apa telingaku bermasalah ya ? “

“ Bermasalah bagaimana ? “

“ Kau tidak memanggilku gadis aneh lagi “

“ Sudahlah lupakan pertengkaran kita, kita kan teman “

“ Ok.. eh yong hwa oppa, siwon sonsaengnim tiba-tiba mengeluarkanku dari taekwondo, tadi aku tanya alasannya malah dia bilang dia tidak punya alasan. Bukankah itu aneh ?? “

“ Tidak aneh.. “

“ Maksudmu ?? “

“ Mungkin siwon sonsaengnim ingin kau jadi gadis yang manis, yang tidak memukul orang sembarangan “

“ Aishh.. alasan aneh, kenapa siwon songsaenim tiba-tiba seperti ummaku saja “

“ Sudah ayo aku antar pulang “

“ Tunggu, aku tidak salah dengar lagi kan ? “

“ Aku kan sudah bilang kita ini teman, jangan berpikir yang aneh-aneh “

“ Tapi aku lapar “

“ Baiklah kita pergi makan dulu, hari ini aku yang traktir “

“ Benarkah ? wah sepertinya ini lucky day untukku. Kajja~ “

++++++++++

“ Umma, aku hampir lupa bercerita tentang appa tiri yang ku dengar dari leeteuk ahjussi “

“ Kenapa kau membicarakan dia ? “

“ Leeteuk ahjussi yang menceritakan kepadaku. Appa meninggal 2 tahun lalu ketika dia mencari kita di amerika dan juga leeteuk ahjussi berharap umma mau memaafkannya. Biar appa tenang di sana “

Umma menghela nafas,

“ Pria itu akhirnya hilang dari muka bumi ini, umma tidak bisa melupakan kejahatannya pada umma. Dia menelantarkan kita begitu saja, dia hanya butuh nafsunya dengan menipu umma “ umma mulai menangis

“ Aku tau umma sakit hati, tapi kasihan appa jika umma tidak memaafkannya “

Umma menerawang keluar jendela

“ Baiklah, mungkin ini hal baik terakhir yang aku lakukan untuknya. Aku memaafkannya. “

Aku memeluk umma, kami berdua berdoa agar appaku dan appa tiriku tenang di sana.

“ Umma juga berharap seohyun tidak lagi melanggar nasihat umma “

“ Aku tidak melanggar “

“ Bukannya kau ikut taekwondo ?! “

“ Tapi siwon sonsaengnim sudah mengeluarkanku “

“ Jadilah gadis yang manis seohyun, ini demi kebaikanmu “

“ Tapi aku tidak mau umma, aku mau jadi diriku sendiri “ ujarku sambil beranjak pergi.

++++++++++

“ Hari ini min hyuk oppa berjanji akan mengajakku kencan. Uwaaa.. aku jadi bingung mau pakai baju apa ya ? “ ujar ji eun riang

“ Memangnya kau tidak punya baju ? “

“ Aku ingin memakai dress, seohyun sepulang sekolah temani aku beli dress ya ? “

“ Baiklah nona ji eun “

Ji eun tersenyum senang.

“ Aku mau ke kamar kecil dulu, bayarkan makananku ya “ ujarku

“ Yaaa.. aku kemarin sudah membayarnya, sekarang giliranmu “

“ Udah kebelet, bye.. “

“ Yaaa.. seohyun.. “

Aku sudah berlari menuju kamar kecil.

Saat aku mencuci tanganku di wastafel, darah segar mengalir dari lubang hidungku

“ Kenapa aku mimisan lagi ? “

Aku membersihkannya, tapi darah itu terus keluar. Aku mengambil tissu toilet dan menyumbat hidungku.

“ Penampilanku jadi aneh, seperti orang yang habis kalah tinju “ gerutuku

Aku mengambil beberapa gulung tissu dan menutup hidungku.

“ Ji eun apa kau sudah membayarnya ? “

“ Beres bos, kau curang selalu saja aku yang membayar. Eh hidungmu kenapa ? “

“ Entahlah, tiba-tiba aku mimisan “

“ Jangan-jangan kau habis lihat yadong ya ? “

Pletakk !! ku jitak kepala ji eun

“ Kalau ngomong jangan ngawur “

“ Iya.. haduhh kepalaku sakit tau “ ujar ji eun

Tiba-tiba kepalaku terasa sangat pusing,

“ Ji eun sepertinya aku sakit “

“ Mwo ?? wajahmu pucat seohyun “

Pandangku menjasi kabur, lalu aku jatuh pingsan.

++++++++++

Kepalaku rasanya sangat pusing, sekelilingku semua berwarna putih. Aku di rumah sakit lagi ??

Dokter memeriksaku setelah tau aku sadar,

“ Beristirahatlah, jika kau kuat maka masa sulit ini bisa dilewati “ kata dokter

“ Apa maksudnya dokter ? sebenarnya aku sakit apa ? “

Dokter menghela nafas lalu menepuk pundakku,

“ Tenanglah, aku harap kau bisa menerima keadaanmu ini. Kau mengalami penyakit kanker darah kronis “

Aku terkejut dengan vonis dokter.

“ Apa aku akan mati dokter ? “

“ Jika stadium ini berlanjut akut, itulah kemungkinannya. Kau tidak dapat tertolong lagi “

Aku menutup mulutku dan mulai menangis.

Beberapa menit kemudian umma masuk ke ruang tempatku dirawat.

“ Seohyun kau tidak apa-apa sayang ? “

“ Umma, aku akan mati “ kataku sambil menatap umma

“ Tidak seohyun, kau akan terus hidup nak. Umma yakin, seohyun bisa melawan keadaan ini karena seohyun kuat “

“ Umma, katakan apa umma sudah tau aku memiliki penyakit ini ? “

Umma memelukku lalu menangis,

“ Maafkan umma, umma hanya tidak ingin kau sedih. Umma tidak mau senyummu menghilang seohyun “

“ Percuma umma, karena akhirnya aku juga akan mati “

“ Tidak nak, jangan berkata seperti itu “

“ Tapi ini sudah terjadi umma “

“ Umma akan selalu disampingmu nak, umma akan terus melindungi seohyun “

Di ruang serba putih itu umma memelukku dengan kasih sayang, pandanganku menerawang ke langit di luar sana. Apa ini akan jadi hari terakhir aku melihatmu langit yang cantik ??

++++++++++

Mulai sekarang aku tidak dapat melakukan hal yang ku sukai, aku hanya dapat melihat dengan pandangan iri pada teman-teman yang dapat bergerak sebebas yang mereka mau. Bahkan pada kejuaraan taekwondo, hanya ada rasa iri di dalam hatiku. Aku ingin seperti mereka melakukan hal yang aku suka.

Hatciimm !! aku jadi sering terserang flu belakangan ini mungkin karena sistem kekebalanku semakin menurun. Aku iri ketika ji eun bisa makan es krim sepuasnya, aku iri pada yoona yang bisa bergerak lincah sebagai cheerleader, aku iri pada yong hwa oppa yang mendapat juara 1 di taekwondo, aku jadi benci pada diriku sendiri. Aku seperti pengecut yang hidupnya tak jelas.

Ji eun menyendok es krim coklat itu dan memasukkan ke mulutnya,

“ Ji eun, aku minta “ kataku sambil menyendok es krim milik ji eun

“ Yaaa.. seohyun, kau sedang flu jangan makan es krim lagi “ teriaknya sambil menggeser gelas es krim ke tangan kanannya menjauhiku

“ Hanya sedikit, jebal “

“ No no no.. sebagai teman yang baik aku tidak akan membiarkan nona seohyun menyentuh es krim ini “

Aku mendengus kesal.

Ku telusuri lorong sekolah, kemudian melihat sekumpulan siswi bergerombol di depan klub taekwondo. Seorang namja keluar dari ruang latihan dan langsung diserbu oleh sekumpulan siswi itu.

“ Chukkae yong hwa oppa, atas kemenangannya kemarin “ ujar salah seorang siswi

“ Ckckck.. dia punya fans sebanyak itu, hebat juga “ gumamku

“ Seohyun-ssi “ panggil yong hwa ketika melihatku berdiri memandangnya

Aku berpura-pura tidak melihatnya dan berbalik pergi, yong hwa mengejarku lalu menyentuh pundakku. Aku terkejut lalu berbalik,

“ Kenapa hanya memandang dari jauh, apa kau ingin menemuiku ? “ tanya yong hwa genit

“ Aishh.. siapa juga yang mau menemuimu, aku tidak sengaja lewat sini “

Yong hwa mencubit pipiku,

“ Baiklah nona seohyun jangan cemberut begitu “

“ Yaaa.. siapa yang mengijinkanmu menyentuhku ?! “

“ Wah wah galak sekali.. “ ujar yonghwa sambil tertawa

“ Jangan mengejekku, apa kau mau aku meninju perutmu lagi ? “

“ Benarkah kau mau melakukannya ? memang kau masih kuat meninjuku ? “ ejek yong hwa

“ Tentu saja, aku masih sekuat yang dulu “

Yong hwa tersenyum,

“ Jangan memaksakan keadaan, yang terpenting kesehatanmu “

Aku memandang kedua matanya dengan sedih,

“ Aku.. aku ingin menjadi seohyun yang dulu oppa “

Tesss.. setitik air mata jatuh di pipiku, aku tak kuasa menahannya. Menahan gejolak keinginanku untuk bebas dari belenggu bayang-bayang penyakitku ini.

Yong hwa memelukku,

“ Aku akan selalu disampingmu, aku janji seohyun “

Aku menumpahkan air mata didalam pelukan yong hwa, aku kini merasa nyaman ada seseorang yang melindungiku. Hingga tiba saat itu aku akan memeluk namja ini dengan erat hingga maut melepas genggamannya.

++++++++++

Kondisiku sudah tidak memungkinkan untuk bersekolah lagi, aku berhenti sekolah dan beristirahat di rumah. Selama ini aku tidak pernah paham kalau operasi-operasi itu karena penyakitku ini, umma tidak pernah bercerita padaku dan jika aku bertanya umma hanya bilang tidak apa-apa semuanya baik-baik saja.

Ji eun, yoona, yong hwa dan teman sekelas datang ke rumah untuk menjengukku. Mereka memberiku semangat.

Hari ini yong hwa mengantarku ke sekolah dengan kursi roda, aku minta pada umma untuk mengizinkanku mengunjungi sekolah untuk terakhir kalinya. Tatapan iba itu membuatku risih, ingin rasanya aku bangkit dari kursi roda ini dan berteriak pada semua orang, “ Jangan memandangku begitu, memang kalian pikir aku orang lemah yang patut dikasihani “. Tapi tubuhku kini lemah, yong hwa membawaku ke taman sekolah.

“ Bunga-bunga yang cantik “ ujarku

“ Kau suka ? “

Aku mengangguk pelan

“ Yong hwa oppa, apa kau punya kertas dan pensil ? aku ingin menggambar pemandangan indah ini “

Yong hwa memberiku kertas dan pensil. Dengan sisa-sisa tenagaku, ku gambar objek indah itu ke dalam kertas putih.

Yong hwa bersujud di depanku lalu menggenggam kedua tanganku,

“ Aku akan terus menjagamu seohyun, aku berjanji “

Ku tatap matanya yang indah itu, tidak nampak kebohongan di sana. Aku tersenyum.

Yong hwa memperlihatkanku mahkota kecil yang dia buat dari bunga-bunga yang cantik kemudian dia memakaikannya di kepalaku.

“ Putri yang cantik “

Aku tersipu mendengar pujiannya

“ Seohyun tersenyumlah, aku akan memfotomu “

“ Baiklah “

“ Yaaa.. ternyata kalian kencan di sini ? “ ji eun datang tiba-tiba dengan teman-teman lain. Yoona dan gengnya, teman-teman sekelas, victoria sonsaengnim, siwon sonsaengnim dan teman-teman di klub taekwondo, teman-teman di klub sepak bola sekolah, kepala sekolah cheosangi school mr. shin dong. Semuanya memberiku doa dan semangat.

Aku rasa aku bisa pergi dengan tenang.

“ Aku senang kalian selalu bersamaku, maafkan aku jika aku pernah ada salah pada kalian. Kamsahamnida yeorobun “ aku menangis, semua di situ juga menangis

“ Jangan menangis aku benci melihat orang menangisiku “

“ Tak apa seohyun, ini karena kami semua menyayangimu “ ujar mr. shin dong

“ Unnie “ panggil suara kecil itu

“ Yoo bin, umma kenapa kalian di sini ? “

“ Yoo bin bilang ingin menemanimu jalan-jalan, makanya umma bawa dia ke sini “ ujar umma

Yoo bin memelukku, aku memeluknya erat.

“ Yoo bin harus jadi gadis yang penurut, dengarkan kata-kata umma “

“ Ne, unnie “

Ku tutup mataku menahan air mata yang terus mengalir.

++++++++++

2 bulan yang menyiksaku. Aku benar-benar istirahat total, dokter sudah memvonisku bahwa ini sudah stadium akut, itu berarti sisa hidupku hanya tinggal beberapa persen. Umma sempat pingsan mendengarnya, aku hanya bisa menangis dan berdoa tapi aku sudah siap seandainya hari ini nyawaku dicabut. Yong hwa sering ke rumah sakit menggantikan umma untuk menjagaku.

“ Apa kau tidak lelah tiap hari menjagaku ? “

“ Tidak, aku kan sudah berjanji akan menjagamu “

“ Kenapa begitu ? “

“ Karena, aku sayang pada seohyun. Sarangheyo “

“ Bodoh, kenapa mengatakan cinta pada orang yang akan segera mati “

Yong hwa menggenggam tanganku

“ Aku tidak perduli, aku akan selalu ada untuk seohyun “

Yong hwa pintar membuatku senang, andai penyakit ini tidak pernah ada aku akan meminta yong hwa menikahiku sekarang juga.

++++++++++

Yong hwa pov

Di pagi yang cerah seohyun menghembuskan nafas terakhirnya, dia pergi untuk selamanya menorehkan kenangan pada banyak orang. Aku sangat sedih ketika dia harus pergi untuk selamanya, hanya ada kotak kenangan masa kecil kami dan foto seohyun menjadi kenang-kenangan terakhir seohyun untukku. Semua berkabung untuknya, seohyun-ssi tetaplah tersenyum di atas sana aku akan selalu mendoakanmu. :’)

Choi ji woo pov

Putriku seohyun akhirnya meninggalkanku, aku tak kuasa menahan air mataku. Kini aku tak dapat lagi melihat senyum dan semangatnya yang sehangat sinar matahari pagi ini yang mengantar kepergiannya. Permata hatiku yang pertama yang sangat aku sayangi, beristirahatlah dengan tenang di sana nak. Ibu juga tidak akan menyerah sepertimu ibu akan meneruskan hidup dengan yoo bin dan terus menyayanginya. Ibu sayang seohyun :’)

-The End-

Makasih udah baca ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s