Just a poetry

Di pagi..

Ketika ku buka mataku..

Ada banyak ketakutan..

Ada banyak kekecewaan..

Aku ingin menangis..

Perasaan ini selalu muncul..

Ketika hidup baru telah dimulai..

Aku sudah cukup bersabar..

Aku sudah cukup menunggu..

Tapi perasaan seperti ini tak pernah berubah..

Dimanakah engkau nyali..

Aku telah lama menghancurkanmu..

Jauh sebelum semuanya ini..

Terlalu sering aku menyiksa keinginanku..

Tak kuasa bulir-bulir air mata membasahi pipi..

Kebahagiaan itu..

Sungguh telah aku tinggalkan..

Di hari keberangkatan mengejar sebuah cita-cita..

Aku telah menancapkannya di garis depan hidupku..

Dan peluh kian hari membuatnya terkikis..

Menjadikannya keluhku..

Aku tau sang mentari terus mengawasiku..

Sepertinya ia tak suka aku bersikap seperti ini..

Ia pun ikut muram dalam sedihku..

Mengapa aku harus menjadi seorang pengecut..

Kemunafikan hati menggerogoti setiap bagian hidupku..

Maafkan aku semua..

Aku salah telah bersikap seperti ini..

Aku yakin sebuah kemauan masih mendukungku..

Aku kan bersahabat dengannya..

Hingga ku temukan..

Hal yang sebenarnya menjadi tujuan hidupku..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s