FF “SNOW PRINCE”

Cast:

Sulli f(x) as Choi Sulli

Kim ki bum Super junior as Kim ki bum

Luna f(x) as Luna/teman Sulli

Ketukan pintu itu menganggu tidurku yang pulas, siapa lagi kalo bukan ibu ku yang membangunkanku dan menyuruhku untuk segera pergi ke sekolah. Tapi rasanya malas sekali bangun. Hawa di sekeliling kamar agak dingin sehingga lebih enak tidur di bawah selimut daripada harus bangun. Ibu terus saja mengetuk pintu dan memanggil namaku berulang kali, dengan langkah gontai akhirnya aku bangun dan membuka pintu kamar,

“ Sulli kau ini selalu terlambat bangun pagi, ibu kan sudah bilang berulang kali kalau….. “
Ibu terus saja mengomel, tapi aku tidak menghiraukannya karena ini sudah hal biasa, tiap pagi selalu begini, aku hanya menguap kemudian langsung pergi ke kamar mandi setelah ibu selesai mengomeliku.

“ Ibuuu kenapa air nya dingin “
“ Dasar kau ini tadi kan ibu sudah bilang masak air dulu kalo mau mandi, hari ini kan hari pertama musim dingin “
“ Memangnya kapan ibu bilang begitu padaku “
“ Sulliiii…!!! “
Aku segera menuju ke dapur untuk memasak air sebelum ibu mengomeliku lagi..

Setelah selesai sarapan, aku segera berangkat ke sekolah tentu saja memakai mantel hangat agar tidak kedinginan.

Udara begitu dingin pagi ini, salju pun mulai berjatuhan dari langit untung tidak begitu lebat, aku naik sepeda menuju sekolah, ini masih hari pertama musim dingin jadi salju belum begitu lebat memadati jalan, entah lah besog mungkin aku akan berjalan kaki atau naik bus saja.

Sampai di sekolah, ketika aku berjalan di koridor sekolah tiba-tiba aku melihat sesosok eh bukan, tapi seorang pemuda. Siapa dia ?, siapa pemuda itu meski baru beberapa bulan lalu aku masuk sekolah ini tapi rasanya aku belum pernah melihat pemuda itu.

Omo~ tatapan matanya sedingin es, rasanya tubuhku menjadi beku ketika melihatnya. Dia memang tampan seperti seorang pangeran, tapi tatapan matanya itu begitu menakutkan, baru pertama kali aku melihat pemuda sepertinya, mungkinkah dia seorang Snow prince.

Aku mencoba menegurnya,
“ Annyeong haseo “
Dia memalingkan mukanya padaku. Dan tatapan itu, tatapan itu benar-benar sedingin es, melihatku berdiri mematung pemuda itu pun pergi.

Rasa penasaranku muncul, aku sungguh penasaran, ada apa sebenarnya dibalik tatapannya yang sedingin es itu ?!!. “Snow prince, aku lah yang akan menjawab teka tekimu “ kataku dalam hati bak seorang detektif.

===================================

Hari ini salju turun cukup lebat, halaman sekolah penuh salju beberapa petugas kebersihan membersihkan jalanan dan halaman sekolah dari salju..

“ Sulli, mana pr mu ? “ tanya sensei yang galak itu
“ Mianhae, ketinggalan di rumah sensei “
“ Sudah berapa kali kamu tidak mengerjakan pr, sulli ?”
“ Baru kali ini kok sensei, ya kan Luna “ kataku sambil menjawil pundak Luna yang duduk di sampingku, berharap dia membelaku. Tapi Luna malah menunduk ketakutan pada sensei galak itu. Akhirnya aku dihukum tidak boleh mengikuti pelajaran.

Ya sudah, ku putuskan untuk jalan-jalan di sekeliling komplek sekolah. Kemudian aku pergi ke taman di belakang sekolah, jika tidak musim dingin pasti taman itu akan sangat indah karena banyak tumbuh bunga warna-warni di sana. Tapi sayangnya sekarang musim dingin, yang ada rumput-rumput taman yang hampir tidak kelihatan karena tertutup salju, pohon-pohon besar di sekitar taman juga tertutupi salju dan juga beberapa pohon pinus.

“ Eh, aku tidak salah lihat kan, itu kan si snow prince itu “ pikirku
Aku melihat si snow prince itu sedang membuat boneka salju, lucu sekali kemudian dia melepas syal nya dan memakaikannya pada boneka salju buatannya, aku tersenyum melihatnya. Aku terus saja menyebut pemuda itu snow prince karena aku memang tidak tau nama sebenarnya.

Tiba-tiba si snow prince menoleh ke tempatku bersembunyi, aku bersembunyi di balik sebuah pohon. Dia lalu berjalan menuju tempat persembunyianku ini,
“ Huaaa… tidaaakk… bagaimana kalau dia tau aku mengamatinya dari tadi “ kataku dalam hati

“ Hei, kau jangan bersembunyi di balik pohon, keluar lah “
Aku berdoa dalam hati semoga dia tidak marah, aku keluar dari persembunyianku dan lagi-lagi tatapan snow prince yang dingin harus aku hadapi,
“ Kau mencariku ? “ tanya si snow prince
Aku menggeleng.
“ Lalu apa yang kau lakukan di sini ? “
“ A… a… aku hanya jalan-jalan saja “ kataku gugup, tubuhku membeku menatapnya. Tolong jangan tatap aku seperti itu…
Si snow prince malah tertawa,
“ Sepertinya kau takut padaku, kenalkan namaku Kim ki bum “ katanya sambil mengulurkan tangannya

Aku menyambut uluran tangannya, dingin… tangannya dingin, ya tentu saja dia tidak memakai sarung tangan, aku juga tidak memakai sarung tangan, sarung tanganku ada di dalam tas, tapi bagaimana mungkin tangannya tak apa-apa padahal tadi dia membuat boneka salju, apa dia tidak kedinginan ? Entah kenapa aku jadi penuh tanya seperti ini, rasanya ada yang janggal

“ Namaku Choi Sulli “ kataku tersenyum lalu segera memasukkan tanganku dalam saku mantel,
“ Kau kedinginan ya ?, mana sarung tanganmu ?, kau tidak memakainya “
Aku menggeleng dan berkata,
“ Sarung tanganku tertinggal di kelas “
“ Oohh… lalu kenapa kau bisa keluar kelas bukannya ini sedang jam pelajaran ? “
“ Aku dihukum karena tidak mengerjakan pr “ kataku jujur
Ki bum tertawa,
“ Hei, Kim ki bum jangan menertawaiku, kau sendiri juga ada di luar kelas jangan-jangan kau juga dihukum karena tidak mengerjakan pr “
“ Memang “ katanya ringan
Aku tertawa kecil mendengar pengakuannya

Aku melongok ke boneka salju buatan ki bum tadi,
“ Kau membuat boneka salju itu sendiri “
Ki bum mengangguk,
“ Ya tentu saja, dari tadi aku juga melihatnya sendiri membuat boneka salju itu “ kataku dalam hati

“ Mana sarung tanganmu ? “ tanyaku
“ Tertinggal di rumah “ katanya ringan
“ Hah, jadi dari tadi kau benar-benar tidak memakai sarung tangan, apa kau tidak kedinginan membuat boneka salju yang tingginya hampir meyamaiku itu ? “
“ Tidak “ jawaban yang sangat pendek. =_=’
“ Kenapa ?? “ ki bum balik bertanya padaku
“ Eh, tidak apa-apa “
“ Kau heran mengapa tanganku tidak apa-apa “
Aku mengangguk,
“ Aku sudah biasa hidup di cuaca dingin, jadi kau tidak perlu khawatir “
“ Ooohh… “ aku menggaruk-garuk kepala ku yang tidak gatal

“ Kenapa kau nampak ketakutan jika melihatku ? “
“ Eh, itu karena tatapanmu yg benar-benar dingin, menakutkan seperti ingin menerkamku saja “
Ki bum tertawa,
“ Jangan menertawaiku terus “ kataku cemberut
“ Lalu sekarang apa kau masih takut padaku “
Aku menggeleng,
“ Aku bahkan menyebutmu snow prince karena tatapanmu yang sedingin es itu “ kataku jujur
Ki bum berhenti tertawa dan terdiam, aku memandangnya heran,
“ Kenapa memandangku seperti itu ? “ tanya ki bum
Aku menggeleng,
“ Bagaimana kalau ternyata aku ini sebenarnya seorang snow prince sungguhan ? “
“ Jangan bercanda seperti itu, tapi kau cocok juga kalau jadi snow prince “ kataku sambil tertawa

Ki bum melihat jam tangannya,
“ Maaf aku ada urusan, jadi tidak bisa menemanimu ngobrol, sampai jumpa “
Katanya lalu melangkah pergi
“ Tunggu “ cegahku
“ Ada apa ? “
“ Kau kelas berapa “
“ Aku kelas 3-2, datanglah ke kelasku jika kau ingin bertemu denganku “
“ Baiklah, oia aku kelas 1-3 “
Ki bum mengangguk lalu melangkah pergi, aku tersenyum-senyum sendiri melihatnya
“ Ya tuhan apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama ? “ pikirku senang.

=============================

“ Apa yang kau buat itu ? “ tanya ibu
“ Aku akan membuat sarung tangan “ kataku sambil menunjukkan hasil rajutanku yang baru setengah jadi
“ Tumben sekali anak ibu merajut sarung tangan, untuk siapa memangnya ? “
“ Ah~ ibu mau ikut-ikut saja urusan anak muda “
“ Yah baiklah ibu tidak akan ikut campur, tapi bagus juga kalau orang yang sedang jatuh cinta itu tiba-tiba jadi suka merajut “ goda ibu
“ Ibuuuu…. “
Ibu tertawa lalu meninggalkanku, aku meneruskan merajut sarung tangan,
“ Aku akan memberikan rajutan sarung tangan ini pada ki bum “ kataku dalam hati

=============================

“ Sulli apa isi kotak biru itu ? “ tanya Luna sambil menunjuk kotak kecil berwarna biru yang aku bawa
“ Ini hadiah untuk ki bum, buatanku sendiri lho “ kataku bangga
“ Ah~ kau bilang kau takut pada nya “
“ Sekarang sudah tidak, aku pergi dulu ya aku mau menemui ki bum “

Kelas 3-2 ada di depan mata, kenapa aku jadi berdebar-debar begini
“ Kak, apa kim ki bum ada di dalam kelas ? “ tanyaku pada seorang murid laki-laki
“ Iya dia ada di dalam kelas “

Ternyata benar ki bum di sana,
“ Ada apa mencariku ? “
“ Aku mau memberikan ini “ kataku sambil menyerahkan kotak yang ku bawa tadi
“ Sebuah sarung tangan “ kata ki bum setelah membuka kotak itu
Aku mengangguk,
“ Itu untukmu agar tanganmu tidak kedinginan seperti kemarin “
“ Gomawo ya “ katanya tersenyum
Aku mengangguk senang.

=============================

Selama musim dingin ini aku memiliki teman baru yang menyenangkan dia adalah kim ki bum, dan di dalam lubuk hati ku, aku telah menyimpan sebuah perasaan suka padanya. Meski tatapan dinginnya itu masih ada aku sudah tak begitu takut lagi, aku pikir memang seperti itulah dirinya.

Hari ini aku nekat mengatakan semua perasaanku padanya, ki bum agak terkejut mendengar pengakuanku,
“ Aku juga menyukaimu, tapi… sebaiknya kita berteman saja “
Jdeeerrr… rasanya jutaan kilat menyambar tubuhku, ki bum menolakku.

“ Sudah lah mungkin dia lebih nyaman menjadikanmu sebagai temannya, sulli “ kata Luna menghiburku
Aku bangkit dari tempat duduk,
“ Choi sulli tidak akan pernah menyerah “ kataku berapi-api dengan menggenggam tangan kananku
Aku lupa kalau pelajaran sedang berlangsung, dan sialnya lagi ini adalah jam pelajaran sensei galak itu
“ Ya sulli, apa yang kau lakukan ? “ tanya sensei galak itu
Seisi kelas menertawaiku, aku segera duduk kembali menahan malu
“ Sulli, siapa menyuruhmu duduk ayo maju kerjakan soal ini “
Aku sial lagi hari ini, aku sama sekali tidak bisa mengerjakan soal itu dan sensei galak itu terus saja mengomeliku, orang ini lebih parah dari pada ibu ku, telingaku sampai panas mendengar omelannya. =.=’

===============================

“ Musim dingin cepat lah berakhir, aku benci pada hawa dingin ini karena membuatku bersin, hidungku hampir menyamai hidung badut, sebentar lagi pasti akan merah seperti buah tomat “ gerutuku
Aku melihat ki bum pulang sekolah dengan berjalan kaki, biasanya juga begitu, tiba-tiba sebuah rencana muncul dipikiranku, rasa penasaranku muncul
“ Aku akan mengikutinya, aku ingin tau dimana dia tinggal “ kataku dalam hati, aku membenarkan topi hangatku, membenarkan sarung tanganku dan aku memakai sebuah kaca mata,
“ Detektif cantik sulli akan segera beraksi “ kataku penuh semangat berpura-pura seperti seorang detektif. Dan orang-orang disekitar ku memandangku aneh. =.=’

Aku mulai kelelahan mengikuti ki bum,
“ Memang nya sejauh apa sih rumahnya, kalau jauh kenapa dia jalan kaki, huh… membuatku capek saja “ gerutuku
“ Ini kan jalan menuju hutan ?, kenapa dia lewat sini ?, oh mungkin rumahnya ada di dalam hutan “ kataku dalam hati sambil membayangkan rumah ki bum yang mungkin terbuat dari kayu, sama seperti di film-film yang pernah aku tonton jika ada rumah di dalam hutan yang penuh salju pasti rumah itu terbuat dari kayu dan pasti ada cerobong asap yang mengepulkan asap di atap rumahnya

Ki bum masih saja terus berjalan masuk menembus bagian hutan paling dalam,
“ Apa-apaan ini, ini sudah terlalu dalam “ kataku dalam hati
Kakiku semakin berat untuk berjalan karena salju juga semakin tebal, kemudian aku melihat ki bum berdiri di depan sebuah pohon besar di tengah-tengah hutan ini, pohon itu amat besar.

Aku bersembunyi di semak-semak yang tingginya hampir menyamaiku, ki bum berada kira-kira 2 meter dari tempatku bersembunyi,
“ Apa yang akan dia lakukan ? “ tanyaku dalam hati,

Tiba-tiba muncul sinar dari pohon itu dan kulit pohon itu terbuka seperti sebuah pintu, dan dari dalam nya keluarlah kurcaci-kurcaci kecil memakai baju berwarna-warni bersamaan dengan itu baju seragam ki bum berubah menjadi sebuah jubah dan pakaiannya seperti pangeran-pangeran kerajaan dan dia pun memakai mahkota, kurcaci-kurcaci kecil itu bersujut padanya, kemudian muncullah seorang wanita dari pintu pohon itu, nampaknya dia seorang ratu, ratu salju tepatnya, pakaiannya serba putih, dan ki bum juga berpakaian serba putih.

“ Jangan-jangan ki bum memang seorang snow prince “ tebakku dalam hati
Dan wanita yang seperti ratu salju itu berbicara pada ki bum dari pembicaraan mereka aku sekarang tau siapa ki bum sebenarnya,
“ Dia.. dia seorang snow prince sungguhan dan wanita itu adalah ibu nya, aku.. aku tidak bermimpi kan “
Ku cubit tanganku, aw~ sakit. Jadi ini nyata, ki bum bukan manusia dia seorang snow prince, rasa takutku muncul lagi, aku mencoba berlari tapi salju terlalu tebal, aku pun terjatuh

Dan sepertinya ki bum mendengar rintihanku, ah~ tidak semoga dia tidak tau kalau aku telah membuntutinya, aku mendengar langkah kaki berjalan di salju pasti itu langkah kaki ki bum, aku ingin berlari tapi aku terlalu lelah untuk berdiri dan lari, aku menutup wajahku dengan kedua tanganku, aku benar-benar ketakutan, jangan~… jangan mendekatiku, jangan sihir aku. Rasanya aku amat menyesal telah membuntuti ki bum sampai di sini, bagaimana kalau nanti dia menyihirku jadi kodok, aku tidak mau~ pikiranku semakin kacau

Dingin… sentuhan yang dingin, hah~ ki bum memegang tanganku yang menutup erat wajahku,
“ Maafkan aku, ku mohon jangan sihir aku “ kataku masih ketakutan
“ Sulli, sulli bukalah wajahmu, aku tidak akan menyakitimu “
Aku membuka wajahku perlahan, ki bum berjongkok dan memperhatikan wajahku, ki bum telah memakai baju seragam seperti tadi

“ Kau sudah tau semuanya ya ? “ tanya ki bum memandangku dingin, aku kembali ketakutan melihat tatapan matanya itu
“ Sulli aku tidak akan menyakitimu, jadi jawablah pertanyaanku “
Aku mengangguk pelan,
“ Ma.. maaf “
“ Sudah jangan takut tidak apa-apa kok, mungkin sudah saatnya kau tau siapa aku sebenarnya”
“ Jadi ki bum itu seorang snow prince ya ? “
“ Iya aku adalah seorang snow prince “
Aku pun mulai tenang mendengar jawabannya,
“ Ini juga yang menjadi alasan mengapa aku tak dapat menerima cinta sulli, sebenarnya aku juga menyukai sulli, mencintai sulli dengan setulus hati, tapi dunia kita berbeda, aku bukan manusia sepertimu “
Mataku bekaca-kaca dan sebutir air mata jatuh ke pipiku, aku memeluk ki bum
“ Tidak masalah, walaupun ki bum adalah seorang snow prince aku akan tetap mencintai ki bum “

“ Tapi apa kau mau menungguku ? “ tanya ki bum
Aku melepaskan pelukanku dari ki bum dan menatapnya,
“ Aku hanya dapat hidup di bumi pada musim dingin seperti ini, jadi kita hanya dapat bertemu satu tahun sekali pada musim dingin “ jelas ki bum
“ Iya tidak apa-apa, tidak masalah aku akan menunggumu sampai musim dingin selanjutnya mempertemukan kita lagi, yang penting aku bisa bertemu ki bum “ kataku yakin
“ Benarkah ? “
Aku mengangguk mantap,

Ki bum memelukku, kali ini bukan dingin yang ku rasakan tapi hangat. Musim dingin akan segera berakhir, kini aku tak lagi benci pada musim dingin, karena nya aku menemukan cinta yang selama ini ku cari, meski aku hanya dapat menemuinya satu tahun sekali, aku berjanji akan menunggunya dan menjaga perasaan ini hingga kami bertemu lagi pada musim dingin.

“ Sarangheyo, My Snow Prince “ ^^

~THE END~

Iklan

4 thoughts on “FF “SNOW PRINCE”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s