FF “ Love and Truth ”

Cast:

YUI as Yui yoshioka

Kim jae joong Dbsk as Kim jae jung

-YUI-

Pagi ini aku pergi mengajar les gitar, aku berjalan menyusuri jalan gang rumahku menuju halte bus. Pagi yang indah, angin semilir di musim panas yang nyaman, memberiku semangat, sampai di halte bus aku memandang ke taman di seberang jalan, taman kecil yang indah dan banyak burung-burung kecil di sana.

Kini pandanganku tertuju pada seorang laki-laki muda, dia sedang memberi makan burung-burung kecil di taman itu nampaknya burung-burung kecil itu menyukai laki-laki itu dan laki-laki itu wajahnya nampak gembira saat memberi makan sesekali dia tertawa kecil saat burung-burung kecil itu bertengger di pundak dan tangannya.
Entah mengapa rasanya aku menyukai laki-laki itu, telah seminggu ini aku melihatnya di sana. Aku ingin menemuinya.
==========================================
~Sore sepulang mengajar les gitar~

Hari ini aku mengajar les gitar dari pagi sampai sore, melelahkan tapi juga menyenangkan. Saat turun dari bus, entah mengapa perasaan tak enak ini muncul seperti hari-hari sebelumnya. Rasanya ada yang menguntitku, tapi entah siapa, ku perhatikan orang disekitarku, tapi tak ada yang mencurigakan.
Aku berjalan menyusuri jalan di gang-gang kecil, perasaan tak enak ini tetap muncul, aku yakin ada seseorang yang menguntitku, aku merasakan perasaan ini sejak 4 hari yang lalu. Benar-benar menyebalkan, rasanya sangat tidak nyaman bahkan rasa takut dan was-was muncul.
Jika benar ada orang yang menguntitku apa tujuan orang itu melakukannya, apakah tujuannya positif atau negatif, beribu tanya muncul di benakku.

Siapa pun itu ku mohon perlihatkan wujudmu, jangan membuatku ketakutan. Aku menoleh ke belakang dan mengamati sekitar, sepi tak ada siapa pun hanya ada jalan gang berwarna abu-abu, beberapa tong sampah dan tiang listrik, serta aku yang mulai ketakutan. Lalu mengapa aku merasa ada orang yang menguntitku ?!

-Kim jae jung-

4 hari yang lalu aku melihat seorang gadis berdiri di halte bus di seberang jalan taman ini dan gadis itu menentang sebuah gitar, hal ini mengingatkanku pada seseorang, seorang gadis yang dulu pernah mengisi hidupku. Ia pergi meninggalkanku karena kecelakaan beberapa tahun lalu di depan halte bus itu, kemudian orang tua nya membawanya pergi ke Amerika, sejak saat itu aku tak lagi bertemu dengannya bahkan komunikasi kami putus sejak saat itu.

Sore itu aku melihat gadis di halte bus itu hampir mirip dengan gadis masa laluku. Senyumnya, wajahnya, cara berpakaiannya menurutku mirip bahkan mungkin sama, yang berbeda adalah gitar yang selalu di bawa gadis di halte bus itu, gadis di masa laluku sangat mahir bermain piano.
Entah mengapa ada rasa takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada gadis itu, seperti yang terjadi pada gadis masa laluku, maka aku memutuskan untuk mengawasi gadis itu dan rasanya aku penasaran dengan gadis itu, aku ingin menemuinya.

4 hari ini aku mengikutinya, aku rasa dia tau ada orang yang mengawasinya ku lihat dari kelakuannya yang mengawasi sekitar. Tapi kian hari aku melihat ekspresi wajahnya yang was-was, mungkin aku salah terus mengikuti dan mengawasainya tanpa dia tau, mungkin dia ketakutan.
Sore ini aku berencana akan menemuinya, aku membuntutinya, gadis itu berjalan melewati jalan di gang-gang kecil, nampaknya ia gelisah atau mungkin ketakutan beberapa kali ia menoleh ke belakang dan mengawasi sekitar. Rasanya aku ini seperti penjahat saja yang mau menyergapnya, aku hanya tertawa dalam hati.

-YUI-

Akhirnya jalan di gang-gang kecil ini selesai ku lewati. Kemudian aku masuk ke jalan gang rumahku, rasa takutku mulai sedikit hilang, lalu ku percepat langkahku, tiba-tiba ada sebuah suara yang memanggil,

“ Hei, nona “

Aku menoleh ke belakang, beberapa meter dari tempatku berdiri ada seorang laki-laki muda yang berdiri memandangku, nampaknya aku tidak asing dengannya,

“ Bukannya dia laki-laki muda di taman itu, apa jangan-jangan orang ini yang selama ini menguntitku “ batinku

Laki-laki muda itu menghampiriku,

“ Mimpi apa aku semalam, laki-laki yang selama ini ingin aku kenal yang ingin aku temui, ternyata dia lebih dulu menemuiku, lalu kenapa dia menguntitku “ pikirku

“ Ada apa ya ? “ tanyaku pada laki-laki itu

“ Perkenalkan namaku Kim jae jung “ katanya sambil mengulurkan tangannya

Aku mengulurkan tanganku, dan kami bersalaman

“ Oh my god, ini bukan mimpi kan, laki-laki ini memperkenalkan dirinya padaku “ batinku

“ Na.. namaku, Yui “ kataku gugup

“ Kamu pasti ketakutan ya ?, karena aku mengikutimu belakangan ini “

“ Jadi orang yang selama ini menguntitku itu kamu “

“ Menguntit ?, hahaha… ku pikir aku hanya mengikutimu saja tidak bermaksud menguntit “

“ Tapi itu menguntit namanya, kau tidak tau betapa takutnya aku karena ulahmu “

“ Gomen ne~, aku tidak bermaksud membuatmu takut, aku hanya ingin berkenalan denganmu “

“ Baiklah aku maafkan, mm… aku harus pulang ini sudah sore “

“ Apa kita tidak bisa berbincang bincang sebentar “

Aku diam sebentar, lalu aku mengangguk setuju.

Kami berbincang-bincang di sebuah kedai kopi dekat pantai, rumahku juga tidak begitu jauh dari pantai ini.

“ Kau seorang penyanyi ? “ tanya jae jung

“ Bukan “

“ Aku selalu melihatmu membawa gitar “

“ Aku mengajar les gitar di beberapa tempat “

“ Oh… “

Langit sore yang indah, suara deru ombak di pantai, serta meminum secangkir kopi, dan di temani jae jung, aku amat senang, ini adalah hari terindahku.

========================================

Kian hari kami makin akrab, kami sering ke pantai dan memberi makan burung-burung kecil di taman.
Malam ini aku pergi ke kota dengan jae jung, kami pergi ke pertokoan besar, jae jung bilang dia ingin membelikanku sesuatu.

Ternyata dia membelikanku sebuah baju,

“ Kau sangat cantik… “

Aku tersipu mendengar pujiannya,

“ Cantik seperti Yoonsa “

Kalimat terakhir jae jung membuatku cemberut

Akhir-akhir ini jae jung sering menyebut nama itu, dia menceritakan padaku kalau aku mirip dengan pacarnya dulu, seorang gadis bernama yoonsa, itulah alasannya jae jung menemui dan berkenalan denganku

Bahkan dia menyuruhku untuk bermain piano dan menyanyi untuknya, entah mengapa aku tak dapat menolaknya, mungkin karena aku menyukai jae jung

========================================

~Malam hari di rumahku~

Aku banyak memikirkan hal-hal yang aku alami selama ini bersama jae jung, dan gadis bernama yoonsa itu selalu saja tak pernah lepas dari perbincangan, jae jung sangat suka menceritakan kisahnya dengan yoonsa dulu. Ah~, itu kan masa lalu mengapa jae jung tidak membuang saja kenangannya dengan yoonsa, apa dia tidak sadar kalau ada seorang gadis di sampingnya yang menyukainya.

Aku bukan yoonsa, aku ingin sekali mengatakan kalimat ini pada jae jung, tapi aku tidak bisa, aku tak mau kehilangan jae jung, aku tak mau dia pergi dari hidupku, biar saja dia memperlakukanku seperti yoonsa, asal aku dapat selalu di sampingnya membuatnya bahagia.
========================================
~Hari minggu~

Jae jung mengajakku jalan-jalan ke taman hiburan, aku memakai baju yang di belikan jae jung. Sebenarnya aku tidak suka memakai baju ini, ini terlalu feminim, terlalu mirip dengan yoonsa tapi itulah yang dikehendaki jae jung.

Jae jung membelikanku kembang gula, katanya yoonsa suka sekali kembang gula, tapi aku tidak, kembang gula ini terlalu manis, aku tidak terlalu suka makanan manis. Aku mengajak jae jung naik roller coaster, jae jung bilang yoonsa tidak suka permainan semacam itu, semua hal yang aku suka ternyata tidak sama dengan yang yoonsa suka, jae jung terus saja mengaturku, mengaturku seperti yoonsa, tapi aku bukan yoonsa, teriakku dalam hati.

Betapa bodohnya aku jika terus seperti ini, aku yui bukan yoonsa, aku tidak mau menjadi yoonsa, lama-lama aku muak dengan jae jung dengan semua aturannya, memangnya aku ini robot atau mungkin boneka yang disamakan dengan yoonsa.

Aku melepas tangan jae jung yang dari tadi mengandengku,

“ Ada apa yoonsa ? “
Hah? Yoonsa lagi, yoonsa lagi, aku ini bukan yoonsa,

“ Jae jung, aku mau pulang saja aku capek “

“ Tapi masih ada satu kejutan untukmu, yoonsa “

Aku menampar pipi jae jung,

“ Hei, jae jung sadarlah, yoonsa itu sudah pergi jauh meninggalkanmu, dia tidak akan pernah kembali, dan aku… aku bukan yoonsa, aku Yui, Yui yoshioka, mengerti !!, aku mau pulang dan mulai sekarang jangan temui aku lagi, mengerti kim jae jung “ kataku marah lalu pergi meninggalkannya. Jae jung diam mendengar kata-kataku.

Aku tidak perduli entah dia mau menangis, entah apa aku tidak perduli aku sudah muak, aku ini bukan yoonsa.

============================================

Hari ini jae jung datang ke rumahku, dia bilang dia minta maaf padaku, dia amat menyesal. Tapi aku tak ingin menemuinya, sudah cukup aku terluka, hatiku sakit dengan semua hal itu.

-Kim jae jung-

Yui marah padaku karena aku memperlakukannya seperti yoonsa. Aku sadar aku telah memperlakukannya bukan sebagai yui tapi sebagai yoonsa, aku terlalu mencintai yoonsa.

Aku pergi ke rumahnya untuk minta maaf tapi ia sama sekali tak ingin menemuiku.

Aku pergi ke pantai untuk merenung, memikirkan semua kesalahan ini.
Benar kata yui, yoonsa telah pergi meninggalkanku dan tak akan pernah kembali, bahkan mungkin yoonsa juga telah melupakanku, ku hirup angin pantai ini mencoba melupakan semua masa lalu, aku ingin membuang semua kebodohan ini, membuang masa lalu yang tak akan pernah kembali.

===========================================

Pagi ini, aku berniat untuk meminta maaf lagi kepada yui. Aku melihatnya berdiri di halte bus. Dia melihat kedatanganku, dia menghindariku tapi aku segera memegang tangannya.

“ Maafkan aku yui “

“ Pergi dariku kim jae jung, pergi temui yoonsa mu, jangan temui aku lagi aku muak denganmu, pergi lah yang jauh jangan temui aku “

Yui segera berlari meninggalkanku. Dia tak bisa memaafkanku, kesalahanku ini benar-benar membuat hatinya terluka. Baiklah yui, aku tak akan datang lagi menemuimu, aku tidak akan menganggu kehidupanmu lagi, maafkan aku, sampai jumpa.

-Yui-

Aku telah memutuskan semua, aku ingin jae jung pergi dari kehidupanku.

Pagi ini jae jung meminta maaf padaku,

“ Maafkan aku yui “
“ Pergi dariku kim jae jung, pergi temui yoonsa mu, jangan temui aku lagi aku muak denganmu, pergi lah yang jauh jangan temui aku “

Setelah mengatakan hal itu aku segera berlari meninggalkan jae jung, aku tak ingin melihatnya lagi.

Tapi semakin berlari, dadaku semakin sesak aku berhenti berlari dan mulai menangis. Apa keputusan ini benar atau salah. Aku menyukai jae jung, aku mencintainya lalu mengapa aku menyuruhnya pergi, aku pun berlari kembali ke halte bus.

Aku mencari jae jung, sepertinya dia benar-benar telah pergi, aku terus berlari mencarinya, kemana dia, kemana jae jung, suara nafasku terengah-engah aku mulai kelelahan tapi aku tidak perduli yang ada dibenakku sekarang hanya nama jae jung, dimana kau jae jung.

Peluh membasahi wajahku, diseberang jalan aku melihat sosok jae jung berjalan diantara kerumunan orang, aku memanggilnya tapi jae jung tidak mendengarku, aku pun berlari menyebrang jalan, sebuah truk hampir saja menabrakku, aku tersandung batu di pinggir jalan dan terjatuh, aku mencoba bangkit tapi nampaknya tenagaku telah habis, tangan dan kaki ku terluka, air mata kembali menetes membasahi pipiku. Aku terlambat untuk menyadarinya, menyadari bahwa aku tak bisa kehilangan jae jung.

“ Yui, kau tidak apa-apa “

Aku mendengar suara itu, suara yang tak asing bagiku, ya ini suara jae jung, dia membopongku dan membawaku ke rumah sakit.

Setelah lukaku diobati jae jung menemuiku,

“ Apa yang kau lakukan gadis bodoh, aku bisa dimarahi ibumu jika beliau tau kau seperti ini “

Aku menangis,

“ Sudah jangan menangis, kenapa kau jadi cengeng begini “

“ Ini semua karena kau “

“ Karena aku ? “

“ Iya, kenapa kau pergi begitu saja, aku hanya menggertakmu, kenapa kau begitu cepat menyerah dan pergi, kenapa kau tidak mencegahku agar tidak berlari meninggalkanmu “

Jae jung tertawa,

“ Dasar gadis aneh, tadi kau bilang kau benci aku, kau muak padaku, kau tak ingin bertemu denganku lagi “

“ Dasar kau, aku ini menyukaimu mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja “

Upss, aku kelepasan bicara, aku segera menutup mulutku dengan kedua tanganku.

Jae jung mendelikkan matanya padaku,

“ Apa yang barusan kau katakan “

“ Bukan apa-apa “

“ Jadi apa kau mau memaafkanku ? “

Aku mengangguk, jae jung tersenyum lalu menghapus air mataku dan berkata,

“ Maafkan semua sikapku, kau benar masa lalu adalah masa lalu, yoonsa mungkin tak akan pernah kembali dan mungkin ia telah melupakanku. Gadis yang sesungguhnya aku cintai adalah yui, inilah perasaan yang seharusnya ada, aishiteru yui “

Aku tersenyum mendengar kata-kata jae jung, tak ada lagi yang perlu disembunyikan, tak ada yang perlu disesali, ini adalah kebenaran perasaan. Love and Truth.

Selesaiiiiiii…..
~The end~
Don’t forget, KOMENTAR nya… m(_ _)m

Love & Truth – Yui

Konna ni omotte iru Jikan wa tomatte kurenai
Karappo no kokoro wa anata no kimochi wo mada mitsukerarenai

Onaji e wo nido to egaku koto wa dekinai no ni
Atashi no kanjou wa tada kurikaeshite bakari

“Ai no uta” wo kikasete yo sono yokogao mitsumeta
Anata no koto shiritai yo mou deatte shimatta no

Donna ni sabishikute mo mata aeru ki ga shite iru kara
Riyuu nante iranai hiki kaesenai koto wo shitte iru

Kono mama ja wasuremono ni natte shimau desho?
Atashi no kanjou wa namida no oku kagayaita

“Ai no uta” wo kikasete yo sono yokogao sono saki ni
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to wakatte mo

Tsubasa wo kudasai to shinjite utau you ni atashi datte chikau yo
Kako no zenbu uke ireru tte kimeta

“Ai no uta” wo kuchizusamu sono egao ni furetai
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to wakatte mo

“Ai no uta” wa owaranai mou deatte shimatta no
…Owaranai …Love & Truth

Indonesia translate ~Love and truth~

Ku selalu berpikir tentangmu
Hingga waktu tak lagi menghentikanku
Hatiku yang hampa tak dapat menemukan perasaanmu

Ku tak pernah bisa melukis gambar yang sama dua kali
Tapi emosiku selalu muncul dan terus muncul

Lagu cintamu biar ku dengar
Seakan ku bertemu denganmu

Aku ingin tau dirimu
Biarkanku jumpa denganmu

Tak masalah betapa kesepian diriku
Ku rasa kita akan bersua kembali

Tak perlu alasan
Ku tau ku tak kan bisa berpaling

Pada saat ini
Diriku seakan menjadi bagian dari kenanganmu, kan?
Emosiku tumpah serta tenggelam dalam air mata

Lagu cintamu biar ku dengar,
Seakan dirimu hadir
Engkau pernah berjumpa seseorang sebelumnya,
Dapat ku mengerti

Tolong beri aku sayap dan mempercayainya,
Bersama lagu ini, aku janji
Untuk terima semua masa lalumu

Lagu cinta ku nyanyikan dan senyumanmu seakan menyentuhku
Engkau pernah berjumpa seseorang sebelumnya,
Dapat ku mengerti
Lagu cinta ini takkan berakhir,
Walau telah berjumpa denganmu

Takkan berakhir
Cinta dan kebenaran

Iklan

2 thoughts on “FF “ Love and Truth ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s