FF “ Cute devil beside me “ ~Part 1~

Cast:

YUI as Yui

Kim jae joong Tohoshinki as Kim jae jung

Younha as Younha (Teman YUI)

Ku sibak ilalang yang tingginya hampir menyamaiku, dan dibalik ilalang ini ada sebuah telaga, pantulan cahaya rembulan di air telaga membuat telaga itu semakin indah. Aku terhanyut dalam suasananya.
Kemudian aku melihat sosok hitam berdiri di bibir telaga, dia membungkuk dan mencelupkan tangannya ke dalam air telaga dan membasuh mukanya, sepertinya sosok itu adalah seorang manusia tapi satu hal yang hampir luput dariku sosok hitam itu memiliki sayap, hah apa dia manusia bersayap?, ah~ tidak mungkin manusia tak memiliki sayap, beribu tanya hinggap di benakku.

Cukup lama aku terbengong-bengong melihat makhluk itu, cahaya bulan nampaknya ingin membantuku untuk mengetahui siapa makhluk itu sebenarnya, benar dia seorang manusia, nampak olehku sedikit tubuhnya yang kekar dan lengannya yang berotot tapi dia bersayap, apa sebenarnya dia ini?

Nampaknya dia tau aku melihatnya dari tadi, dia menoleh ke arahku, ah~ aku ketahuan. Aku segera berlari melewati ilalang-ilalang ini, bagaimana kalau dia memang bukan manusia?, bagaimana kalau dia mau memangsaku?, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenakku semakin membuatku ketakutan.

Ah~ di depanku ada sebuah jurang, ya tuhan tidak ada jalan lain lagi. Aku berbalik dan ku lihat makhluk bersayap itu berdiri tidak jauh dariku,
“ Mau lari kemana kau ? “ tanya nya seram
Aku ingin berbicara tapi mulutku serasa terkunci, apa ini akhir hidupku? Batinku ketakutan.
Kini makhluk bersayap itu telah berdiri sekitar beberapa senti di depanku, makhluk ini memiliki wajah yang tampan tapi aku dapat melihat jelas bola matanya yang berwarna merah, hah apa dia ini seorang iblis?.
Dia semakin mendekatiku kemudian memegang salah satu pundakku, dan mendekatkan wajahnya pada wajahku, tidaaak~ apa yang akan dia lakukan padaku. Dia tersenyum sinis melihatku ketakutan, kemudian dia mendorongku jatuh ke jurang, aaaaaaaaaaahhhhhhh~!!!

Gedubraaakkk!!, aku terjatuh dari tempat tidur. Ternyata itu semua mimpi, aku memegangi kepala dan pinggangku yang sakit karena terjatuh,
“ Yui ada apa? “ teriak ibuku sambil mengetuk pintu kamarku
“ Tidak ada apa-apa bu “
Ibu membuka pintu kamar, aku meringis
“ Ibu kira ada apa, ternyata kau jatuh dari tempat tidur ya? “
“ Hehe, iya bu “ kataku cengengesan

+++++++++++++++++

Di sekolah,
“ Ah mimpi itu kan kembang tidur, jadi tidak akan mungkin terjadi di dunia nyata “ kata Younha temanku
“ Benar juga sih, tapi tetap saja aku penasaran dengan mimpiku itu, jangan-jangan ada sebuah arti yang tersimpan dibaliknya “
“ Yah terserah kau saja, nanti kalau sudah tau jawabannya kasi tau aku ya “ kata Younha
“ Iya iya “

+++++++++++++++++

Hari ini ada tetangga baru di samping rumahku, kata ibu mereka adalah orang korea, dan mereka pindah kemari karena mereka mempunyai sebuah perusahaan baru di tokyo, nampaknya mereka adalah orang kaya.
“ Ayo ikut ibu bertamu ke rumah tetangga baru itu “
“ Ah ibu aku sedang malas “
“ Ayo cepat “ kata ibu sambil menarik tanganku
Mau tidak mau aku akhirnya ikut bertamu ke rumah tetangga baru itu

Kim, itu lah nama keluarga mereka. Mereka memiliki seorang putra namanya kim jae jung, pemuda itu memakai kaca mata silinder dan cara berpakaiannya itu nampak sekali kalau dia itu cupu. Tapi rasanya aku pernah melihat wajahnya. Hhmmmm….

Keesokan paginya,
Seperti biasa aku pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Ku tuntun sepedaku bersiap untuk berangkat, ku alihkuan pandanganku ke kiri ke rumah keluarga kim, di depan rumah itu berdiri seorang pemuda siapa lagi kalau bukan jae jung yang cupu itu, dia memakai baju seragam yang sama denganku, apa dia satu sekolah juga denganku? Pikirku. Dia terus saja melihatku,
“ Apa lihat-lihat “ kataku jutek
Dia menggeleng,
“ Yui jangan begitu pada jae jung, dia akan satu sekolah denganmu jadi kau harus membantunya ya “ kata ibu padaku
Akhirnya aku pergi ke sekolah bersamanya, dia memboncengku. Orang ini tinggi juga, aku hampir tidak kelihatan ketika diboncengnya.

Si cupu itu tidak satu kelas denganku, tentu saja dia kan satu tahun lebih tua dariku. Tapi tetap saja teman-teman melancarkan serangan pertanyaan padaku. Meski aku tidak satu kelas dengannya tapi ketika ke kantin si cupu ini malah mengikutiku.

“ Hai jae jung namaku Younha “ kata Younha memperkenalkan diri pada jae jung
Jae jung hanya tersenyum,
“ Kenapa kau diam saja, tidak balik memperkenalkan dirimu pada Younha, kau ini sedang sakit gigi ya? “ tanyaku pada jae jung
Jae jung menggeleng,
“ Aishh.. orang ini, pantas dia tidak memiliki teman laki-laki di kelasnya, sikapnya seperti orang sombong saja “ batinku

+++++++++++++++++

Si cupu itu datang ke rumahku, ibu ku yang menyuruhnya karena kata ibu dia ini anak yang cerdas dan selalu juara kelas, maka ibu menyuruhnya untuk menjadi guru les ku, aku tidak bisa menolaknya kalau aku tolak pasti ibu akan mengomeliku ini itu, ah~.

Aku pusing melihat angka-angka berjejeran di buku matematika itu, aku benci pelajaran ini. Aku pergi ke kamarku kemudian kembali ke ruang tamu dengan membawa gitar. Jae jung melihatku agak kesal,
“ Apa?, kau tidak suka, sudah kau saja yang belajar aku mau main gitar “ kataku
Jae jung merebut gitar yang aku pegang,
“ Hei kau ini apa-apaan sih “ kataku marah

Dia menatapku, lalu menyerahkan buku matematika padaku dia menyuruhku untuk mengerjakan soal-soal matematika itu,
“ Jae jung aku tidak mau “ kataku sambil melempar buku matematika itu ke mukanya
Seperti nya dia mencoba untuk mengontrol emosi marahnya padaku, aku merebut gitarku dari jae jung.
“ Apa? Kau marah padaku hah “ kataku kasar
Dia mencoba merebut kembali gitarku, akhirnya terjadi perebutan gitar antara aku dan jae jung.
Gitarku terhempas ke dinding lalu terjatuh ke lantai dan akhirnya patah, aku menangis melihat nya, jae jung merasa bersalah,
“ Maafkan aku Yui, aku tidak bermaksud ….. “
“ Sudah sana pulang dan jangan temui aku lagi “
Jae jung merapikan buku-buku di atas meja kemudian pamit pulang padaku dan ibu, dan dia juga minta maaf pada ibu atas kejadian ini.

++++++++++++++++

Selama pelajaran aku terus saja cemberut teringat gitarku yang patah kemarin, itu kan gitar yang aku beli sendiri dari hasilku menabung.
Bel pulang berbunyi, tiba-tiba jae jung masuk ke dalam kelasku dengan membawa bungkusan besar,
“ Ini untukmu “ kata jae jung
Aku membuka bungkusan itu dan ternyata itu adalah sebuah gitar, sepertinya gitar bermerk dan mahal harganya,
“ Itu untukmu untuk pengganti kerusakan gitarmu yang kemarin “ katanya sambil tersenyum
Ternyata jae jung manis juga ketika tersenyum.

++++++++++++++++

Siswa-siswa nakal dari kelas sebelahku beraksi menjahili jae jung, mereka tidak memandang entah itu adik kelas, sepantaran atau pun kakak kelas sekali pun mereka akan tetap bersikap sadis dan kejam, apalagi pada siswa baru.

Aku melihat jelas siswa-siswa nakal itu mulai menjahili jae jung, menarik dasinya, memberantakkan seragam dan rambutnya kemudian melepas kaca mata jae jung, jae jung berusaha merebutnya tapi siswa-siswa itu malah mendorong-dorong tubuhnya hingga terjauh ke tanah.
Aku tidak bisa diam saja melihat semua itu,
“ Yui jangan, mereka kan kuat, nanti kalau kau dihajar mereka bagaimana? “ cegah Younha
“ Lalu apa kau tega melihat jae jung disiksa oleh mereka? “
Younha terdiam,

Aku segera menuju ke tempat siswa-siswa nakal yang sedang menjahili jae jung,
“ Hei hentikan “ teriakku
Siswa-siswa nakal itu mendorong jae jung ke kolam ikan, jae jung pun basah kuyup
“ Hei kau jangan sok jagoan ya “ kata salah satu siswa nakal itu padaku
Kemudian mereka menjatuhkan kaca mata jae jung dan menginjaknya, kemudian mereka pergi. Aku kesal melihat perlakuan mereka, aku segera menolong jae jung, bajunya basah kuyup dia begitu kedinginan, aku membawanya ke ruang Uks kemudian menyuruhnya untuk memakai handuk. Aku mengambil handuk kecil untuk membasuh air di wajahnya, baru kali ini aku melihat wajah jae jung sebenarnya tanpa kaca mata silindernya, ternyata dia tampan.

Aku berhenti membasuh air di wajahnya, wajahnya sepertinya aku tidak asing, dia… dia… makhluk yang ada di mimpiku itu, iblis yang menyeramkan itu. Aku melangkah mundur dengan wajah ketakutan,
“ Kau, kau iblis itu kan? “ tanya ku pada jae jung
Jae jung bingung,
“ Iblis? Apa maksudmu ? “
“ Aaah~ jangan berpura-pura, aku melihatmu di mimpiku, kau iblis yang mendorongku jatuh ke jurang itu kan? Kau itu makhluk bersayap itu kan? “
Aku segera keluar dari ruang Uks, dan berlari pulang. Aku tidak mau menemuinya lagi tidak akan pernah.

++++++++++++++++

“ Yui, jae jung mencarimu “ panggil ibu
Aku sedang memainkan gitarku di dalam kamar,
“ Suruh dia pulang saja bu, aku tidak akan pernah mau menemuinya lagi, tidak akan pernah “
Tapi ibu tetap menyuruh jae jung masuk ke dalam rumah,
“ Yui, ibu keluar sebentar mau beli beberapa bahan makanan, kau keluarlah dari kamar, jae jung menunggumu di ruang tamu “ teriak ibu
“ Ah~ kenapa ibu harus keluar sih, apa ibu tidak tau nasib anaknya ini “ batinku kesal

Suara ketukan di pintu kamarku,
“ Apa itu jae jung? “ pikirku mulai ketakutan
Jae jung membuka pintu kamarku,
“ Ah~ aku lupa menguncinya “ pikirku
Jae jung berdiri di depan kamarku, dan tak lagi memakai kaca mata silindernya,
“ Keluar kau dari kamarku, kalau tidak aku akan memukulmu “ kataku sambil mengacungkan gitarku siap-siap untuk memukul
Dia malah berjalan mendekatiku dengan tersenyum sinis sama seperti di dalam mimpiku, dia meraih gitar di tanganku kemudian melemparkannya ke dinding, aish~ dia merusak gitarku lagi,
“ Kau mau apa kim jae jung, jangan macam-macam padaku “
Dia mendekatiku dan bola matanya merah sama seperti di dalam mimpiku, dan….

(Wahhh…. Para reader udah pada tegangkah??!! XDD,* di gamprat reader*, relaks kan pikiran dulu yaahhh… hahaha…. Mari kita teruskan epep nyahh… =Sponsor Lewat=)

“ Kau pikir aku ini iblis? “
“ Iya kau memang iblis itu kan? Bola matamu merah sama seperti iblis yang ada di dalam mimpiku “
Jae jung tertawa,
“ Ini hanya contact lens “
Kemudian dia melepas contact lens itu,
“ Kau bisa melihat jae jung? “ tanyaku penasaran
“ Iya, kau pikir aku ini cupu kan? Itu hanya menipu agar gadis-gadis genit tidak mengangguku “
“ Ah~ dasar kau ini, lalu kenapa kau melemparkan gitarku ke dinding hah? “
“ Kau ini menyeramkan kalau sedang marah, aku takut gitarmu itu melukaiku “
“ Ah~ kau harus menggantinya “
“ Iya besok aku belikan lagi yang baru “

Kami berjalan ke ruang tamu,
“ Jadi apa kau masih menganggapku iblis itu? “
“ Sebenarnya aku belum begitu yakin, tapi wajahmu benar-benar mirip dengan iblis di dalam mimpiku itu “
Jae jung hanya tertawa kecil,
“ Baiklah aku pamit pulang dulu ya “
Aku mengangguk, aku mengantarkan jae jung sampai di depan pintu,
“ Selamat malam “ kata Jae jung
“ Ya, selamat malam “
Jae jung mengecup pipi kananku kemudian berlari pergi,
“ Hei kau “ teriak padanya sambil memegangi pipi kananku,
Jae jung tertawa melihatku kesal,
“ Hah? Apa-apaan orang itu seenaknya saja “

Aku masuk ke dalam rumah, kemudian menyetel televisi, aku melihat siaran berita.
Di siaran berita itu diberitakan kalau siswa-siswa nakal di sebuah sekolah mati dengan cara yang mengenaskan,
“ Hah, itu kan siswa-siswa nakal di sekolahku, mereka mati? Siapa yang membunuh mereka “
Aku benar-benar kaget mendengar berita ini,
Dan diberitakan mereka mati karena kehabisan darah, salah satu siswa nakal yang keadaannya kritis menceritakan ciri-ciri pembunuhnya, tubuhnya seperti manusia tapi anehnya dia bersayap, tubuhnya tegap tinggi, bola matanya berwarna merah, wajahnya tampan, setelah menceritakan hal itu siswa nakal itu pun meninggal.

“ Hah? Ciri-ciri itu, apakah apakah… jae jung kah yang melakukannya?, apa benar dia iblis itu “
“ Ya akulah yang melakukannya “ bisik sebuah suara di telingaku, suaranya seperti suara jae jung.
“ Aaaahhhhhh~~~~~ “

-Bersambung- ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s